Probabilitas

PENGANTAR PROBABILITAS
Probabilitas merupakan bagian matematika yang membahas tentang ukuran kebolehjadian terjadinya suatu peristiwa yang ada dalam kehidupan. Memang banyak peristiwa yang tidak dapat dipastikan terjadi atau tidak terjadi di kemudian waktu. Namun dengan mengetahui ukuran berhasil dan tidaknya suatu peristiwa yang diharapkan akan terjadi, orang menjadi dapat mengambil keputusan lebih baik dan lebih bijaksana tentang apa yang seharusnya ia lakukan.
Adapun metode pembelajaran yang akan kita gunakan tidak lagi mengacu pada matematika murni, melainkan sudah mengacu pada matematika terapan. Sehingga contoh-contoh probabilitas yang akan kita sajikan cenderung lebih pada terapannya di dunia nyata.
Sebagai contoh :
Semisal ada orang yang bekerja dalam manajemen jaringan. Suatu ketika dia dimintai pertimbangan oleh perusahaannya dalam hal penyediaan komputer sebagai server di perusahaan tersebut . Orang tersebut tentu harus bisa memperkirakan berapa banyak jumlah komputer yang perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Nah dalam memperkirakan itulah probabilitas memegang peranan penting. Kalau orang tersebut memberikan pertimbangan secara asal-asalan tentu itu akan merugikan perusahaan, dan dia pun pasti tidak akan bertahan lama bekerja di perusahaan itu, karena pasti akan dipecat.
PENERAPAN PROBABILITAS DALAM HAL PENYANDIAN
Penyandian, apa sih pentingnya penyandian itu ??, bisa kita ilustrasikan dari contoh berikut :
Semisal anda masuk dalam ruangan atm untuk mengambil uang transaksi , anda kan tidak pernah merasa aman, karena apa yang anda ketikkan kode itu akan sangat menarik bagi pencuri-pencuri profesional untuk bisa tahu kode pin anda. Ketika anda ketikkan 1234, maka yang keluar dari kotak ATM sebenarnya adalah disandikan. Kalau itu tidak disandikan bahaya sekali. Ketika anda memasukkan 4 digit 1234, Sebenarnya terjadi komunikasi data antara atm disini dengan servernya bank anda, BNI misalnya. Jadi yang anda ketikkan akan dikonfirmasikan ke dalam database server apakah itu betul kode PIN anda, begitu betul akan dijawab betul dan transaksi pun akan dilanjutkan.
Karena ATM berada dibawah private network, maka ada kecenderungan orang menyadap PIN anda. Oleh karena itu, Bank melakukan apa yang disebut dengan penyandian (Encryption). Ketika anda mengetikkan kode 1234 dalam perjalanan dia harus disandikan, kemudian setelah sampai di server banknya kode PIN yang telah disandikan tersebut dire-sandikan kembali. Hal tersebut setidaknya akan menyulitkan para penyadap untuk memecahkan kode PIN yang dia dapat, karena kode PIN yang ia dapat bukan dalam bentuk  aslinya.
Karena ada penyandian, berarti ada model dalam penyandian tersebut. Problemnya adalah sandi apa yang sulit dibongkar oleh orang, berbasis pada apa ?, nah disinilah probabillitas memegang peranan penting.
Dengan menggunakan konsep statistika dan probabilitas, kita bisa membuat rumus penyandian yang sulit untuk dipecahkan oleh orang lain ataupun memecahkan suatu rumus penyandian.
Pada bahasan kali ini, kita akan membahas mengenai Sandi Vigenere.
Model penyandian pertama kali ditemukan oleh Giovan Batista Belaso dalam bukunya  La cifra del. Sig. Giovan Batista Belaso (1553), dan disempurnakan oleh diplomat perancis Blaise de Vigenere (1586). Karena banyak orang mengira Vigenere adalah penemu sandi ini, maka sandi ini dikenal luas sebagai “sandi Vigenere” .
Untuk menyandikan suatu pesan digunakan sebuah tabel alfabet yang disebut Tabel Vigenere.
Vigenere Table
Contoh Penyandian :
Pesan      : HARI INI SAYA DATANG TERLAMBAT
Kata Kunci    :  AKU
Pesan yang sudah tersandikan :  ?
Bagaimana cara menyandikannya ?,
Pertama, kata kunci kita ulang sehingga jumlah hurufnya sama banyak dengan teks pesan
Kedua, Langkah Penyandian (Enkripsi);
Huruf pertama pada teks pesan H, disandikan dengan menggunakan baris berjudul A (huruf pertama kata kunci). Pada baris A pada kolom H di tabel Vigenere terdapat huruf I. Demikian pula untuk huruf kedua, ketiga dan seterusnya.
Jadi hasilnya seperti dibawah ini :
Pesan        :  HARI    INI     SAYA   DATANG   TERLAMBAT
Kata Kunci        :  AKUA  KUA   KUAK  UAKUAK    UAKUAKUAK
Hasil Penyandian     :  HKLI     SHI    CUYK   XADUNQ  NEBFAWUAD
Adapun proses sebaliknya (disebut Dekripsi), yaitu me-resandikan kembali ,
Caranya :
Huruf pertama pada teks tersandi H, di re-sandikan dengan menggunakan kata kunci A (huruf pertama kata kunci). Pada baris A tabel Vigenere kita cari huruf H, huruf H terdapat di kolom H. Jadi huruf pertama dari pesan asli adalah H. Demikian pula untuk seterusnya.
Jadi hasil dekripsi seperti dibawah ini :
Pesan tersandi     :  HKLI     SHI    CUYK   XADUNQ  NEBFAWUAD
Kata Kunci        :  AKUA  KUA   KUAK  UAKUAK    UAKUAKUAK
Pesan Asli          :  HARI    INI     SAYA   DATANG   TERLAMBAT
Enkripsi (penyandian) dengan sandi Vigenere juga dapat dituliskan secara matematis dengan menggunakan penjumlahan dan operasi modulus, yaitu :
rumus enkripsi
Dan dekripsi :
rumus dekripsi
Keterangan : Ci adalah huruf ke-I pada pesan tersandi, Pi adalah huruf ke-I pada pesan asli, Ki adalah huruf ke-I pada kata kunci, dan mod adalah operasi modulus (sisa pembagian).

Iklan