“Soft House E-Education” sebagai Solusi Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kota Surakarta

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sekarang semakin pesat menciptakan kultur baru bagi masyarakat di seluruh dunia. Bidang pendidikan juga tidak lepas dari pengaruhnya. Integrasi teknologi informasi ke dalam bidang pendidikan telah menciptakan pengaruh besar. Melalui pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi, mutu dan efisiensi pendidikan memiliki potensi besar untuk senantiasa ditingkatkan.
Di tengah pro-kontra serta perubahan sistem pendidikan di Indonesia yang selalu dinamis ini, kehadiran teknologi informasi menjadi satu titik terang yang diharapkan mampu memberi kontribusi berarti dalam meningkatkan mutu pendidikan. Saat ini mutu pendidikan Indonesia dinilai masih relatif rendah. Laporan tahunan Human Development Index UNDP tahun 2004 menempatkan Indonesia pada posisi 111 dari 175 negara. Adapun hasil survei tentang kualitas pendidikan di Asia yang dilakukan oleh PERC (The Political and Economic Risk Country), Indonesia berada pada posisi 12 atau yang terendah (Suara karya, 18 desember 2004). Peringkat ini tidak mengalami perubahan signifikan saat ini mengingat problematika pendidikan yang masih belum bisa menemukan solusi yang tepat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa Information Technology ( IT ) perlu dikembangkan di lingkungan pendidikan sejak dari SD, SMP, SMA, dan jenjang pendidikan diatasnya. ( http://www.indonesia.go.id ). Departemen Pendidikan Nasional bahkan melakukan kerjasama internasional dalam mengembangkan e-education antara lain melalui program APEC Cyber Education Network ( ACEN ) yang kemudian dilanjutkan dengan APEC Learning Community Builders ( ALCoB).
Sejak 2003 Balitbang Departemen Pendidikan Nasional telah melakukan sosialisasi ALCoB di 24 kota di daerah Jawa, Sumatera, Bali, NTB, Sulawesi dan Maluku di antaranya dengan memberikan pelatihan untuk guru-guru ALCoB di Indonesia. Sementara itu untuk mengurangi kesenjangan digital dan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah APEC, Pemerintah Korea Selatan telah mengundang guru-guru Indonesia untuk belajar di Busan sejak tahun 2006 sampai 2008 ( Harian Umum PELITA, 25 Nopember 2008 ).
Fakta di lapangan saat ini lebih dari 2000 sekolah yang telah menggunakan media pembelajaran berbasis IT berupa software-software animasi. Diantaranya adalah SMA Negeri 8 Jakarta, SMA Al-Azhar Jakarta, MA Insan Cendekia Banten, SMP Stella Duce Yogyakarta, SMA De Britto Yogyakarta, dan SMA Dempo Malang ( http://pesonaedu.com/pengguna.php ). Ini menunjukkan adanya minat yang tinggi dari sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memanfaatkan IT.
Selain penggunaan software animasi dalam pembelajaran, sekolah memanfaatkan IT untuk memperlancar jalannya kegiatan belajar mengajar. Seperti SMP Negeri 5 Yogyakarta, yang merupakan sekolah terfavorit dan sangat maju dalam hal IT. Ketika seorang guru mengadakan ulangan, dia tidak perlu menggandakan soal. Dia cukup mengawasi saja, kemudian mengoreksinya setelah ulangan selesai dilaksanakan. Karena dengan IT, semua soal sudah diformat sedemikian rupa dalam sebuah komputer pada sebuah ruangan yang jumlahnya sebanyak murid yang ada dalam kelas. Intinya, dengan IT mempermudah pekerjaan guru, karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk penggandaan soal, dan pengoreksian ulangan siswa pun lebih mudah. Artinya, pekerjaan guru dapat lebih efektif. Sehingga sisa waktu bisa digunakan untuk hal yang lain. Misalnya digunakan untuk menulis buku atau bahkan melakukan PTK/Penelitian Tindakan Kelas ( Ella Agustina, 2008 ).
Pemanfaatan IT untuk peningkatan mutu pendidikan di Surakrta bisa dikatakan relatif masih kurang. Saat ini baru beberapa sekolah yang mulai memanfaatkan IT, yaitu berupa website. Beberapa sekolah tersebut antara lain SMA Negeri 3 Surakarta, SMA Negeri 4 Surakarta, SMA Al-Islam 1 Surakarta, SMA Batik 1 Surakarta, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Ini masih sangat minim mengingat jumlah sekolah yang ada di Surakarta yaitu 278 SD/MI, 80 SMP/MTs, 44 SMA/MA dan 45 SMK ( http://npsn.jardiknas.org ). Jadi masih banyak peluang untuk menawarkan produk media pembelajaran berbasis IT, dalam hal ini “Soft House E-Education” di sekolah-sekolah kota Surakarta.
untuk versi pdf bisa didownload disini

author : arif, dewan, sutikno
research on the blog

Iklan

Tentang arifrohmadi

Mahasiswa Informatika yang berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi serta dapat berbagi dan bermanfaat bagi orang lain
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke “Soft House E-Education” sebagai Solusi Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kota Surakarta

  1. Ping balik: SHANNON

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s