FLASHDISC Studio Mulitimedia dengan Sistem Mudharabah sebagai Industri Kreatif,Lahan Pemberdayaan Komunitas dalam Wirausaha

Produk-produk multimedia dan desain grafis saat ini semakin banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini terjadi seiring makin berkembangnya teknologi digital dan IT di Indonesia. Saat pelaksanaan kampanye politik beberapa waktu yang lalu pun produk digital seperti spanduk, baliho, pamflet, video iklan dan sejenisnya terlihat memenuhi pemandangan sekitar kita. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya usaha yang bergerak dalam bidang multimedia saat ini menjadi usaha yang berkembang sangat pesat layaknya jamur yang tumbuh di musim hujan.
Di Surakarta (Solo) usaha multimedia dan desain grafis juga relatif banyak, terlebih lagi di sekitar instansi pendidikan seperti kampus dan sekolah-sekolah. Namun faktanya banyak usaha tersebut yang beroperasi secara parsial (berjalan sendiri-sendiri), misalnya hanya melayani digital printing saja, tetapi tidak melayani video shooting dan editing, atau hanya melayani sablon dan distro, konveksi, bimbingan umum atau privat saja. Belum ada satu usaha yang melayani semuanya. Kalaupun ada tentunya akan butuh modal dan tenaga yang sangat banyak untuk mendirikannya. Tidak jarang pada satu area, terutama sekitar kampus, ada lebih dari satu usaha serupa sehingga timbul persaingan yang kadang tidak sehat. Hal inilah yang membuat para wirausahawan pemula termasuk mahasiswa tidak berani mengambil keputusan mendirikan usaha yang besar seperti ini. Beberapa kekurangan yang lain adalah kebanyakan usaha demikian sistem operasi mereka masih terbatas pada pesanan (order), masih sedikit usaha seperti ini yang menawarkan produk (dalam istilah lain mensuplai) secara rutin ke masyarakat atau distributor. Padahal sebenarnya langkah seperti ini merupakan salah satu strategi marketing yang bagus untuk memperkenalkan keunggulan produk, menunjukkan eksistensi dan juga memperkuat kredibilitas perusahaan di mata masyarakat.

Instansi pendidikan dasar seperti TK, Playgroup dan SD kadang membutuhkan produk kreatif  semacam poster, CD interaktif, animasi pembelajaran yang selalu up to date dalam menunjang proses belajar. Pasalnya di jaman yang semakin maju ini ternyata sarana maupun materi pembelajaran kebanyakan masih mempergunakan warisan sebelumnya yang tidak bisa lagi menarik semangat belajar anak. Karena itu perlu adanya usaha yang selain berorientasi pada profit namun juga mempunyai sumbangsih dalam pengabdian dalam pendidikan, dengan menghasilkan produk yang kontinyu dan up to date, dengan harga yang murah tentunya.
Jika di kota besar seperti Surakarta, perusahaan multimedia dan desain grafis banyak tumbuh dan bahkan terjadi persaingan harga, beda halnya dengan di kota kecil. Menurut survei salah satu anggota kelompok PKM ini di Magetan, Jawa Timur, tarif biaya editing video bisa 3 kali lipat dibandingkan dengan di Surakarta, biaya pembuatan undangan resepsi pernikahan bisa 2 kali lipat. Salah satu faktor disamping biaya transport sebenarnya lebih dikarenakan masih sedikitnya usaha demikian, yang mengakibatkan terjadinya monopoli. Padahal pola hidup masyarakat desa yang selama ini dikenal sederhana dan tradisional sekarang mulai merambah pada konsumsi produk-produk teknologi canggih semacam ini. Jadi bisa dikatakan bahwa desa atau kota kecil adalah ladang usaha yang memiliki prospek yang bagus. Tentunya dengan menawarkan harga jual yang sedikit lebih rendah dari pesaing yang sudah ada akan menarik minat masyarakat.
Kebutuhan modal yang besar dan tenaga kerja terlatih yang banyak yang menjadi momok dan pertimbangan dalam mendirikan usaha selama ini dapat dihindari dengan penerapan sistem yang tepat. Komunitas yang merupakan kumpulan dari orang-orang yang memiliki kesamaan hobi selama ini hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya masih sekedar hobi, masih sedikit yang bermanfaat dan dikerahkan untuk orientasi profit motif. Flashdisc yang merupakan komunitas multimedia di UNS merupakan SDM yang potensial untuk diterjunkan dalam proses produksi perusahaan, dengan imbal balik berupa sharing laba dan pengalaman kerja. Selain itu untuk menekan ongkos pengadaan peralatan dan juga memperkecil resiko kerugian, maka proses produksi tertentu akan dikerjakan di tempat relasi yang sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan dengan sistem bagi hasil (mudharobah) sesuai kesepakatan.

author : Sutikno, Beta, Rhosid, Budi, Arif

untuk versi pdf dapat didownload disini

research on the blog

Iklan

Tentang arifrohmadi

Mahasiswa Informatika yang berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi serta dapat berbagi dan bermanfaat bagi orang lain
Pos ini dipublikasikan di research dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s