Kamus Digital Indonesia-Jawa sebagai Sarana Mempermudah Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Surakarta

Kebiasaan masyarakat Jawa menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari kini mulai luntur. Anak-anak tidak lagi mau berbahasa Krama dengan orang tuanya atau dengan orang lain yang lebih tua sebagai rasa hormat (Wahab,2001). Bahkan penggunaan bahasa Indonesia lebih dominan dalam komunikasi formal maupun informal.
Masyarakat Jawa seharusnya menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup bahasa Jawa di komunitasnya sendiri. Namun yang terjadi justru sebaliknya, sekarang ini para kaum muda di pulau Jawa, khususnya mereka yang masih menginjak usia sekolah hampir sebagian besar tidak menguasai bahasa Jawa (Wiranegara,2008).
Melihat keadaan tersebut generasi muda sering dipandang sebagai biang keladi merosotnya mutu pemakaian bahasa Jawa terutama dalam pemakaian tingkat tutur yang dikenal sebagai unggah-ungguh. Padahal penyebab kemerosotan ini tidak mutlak dipengaruhi oleh perilaku generasi muda saja, tetapi generasi sebelumnya (generasi tua) juga ikut andil dalam kasus ini. Sebuah penelitian yang berjudul Model Pelestarian dan Pengembangan Kemampuan Berbahasa Jawa Krama di Kalangan Generasi Muda (Subroto, 2007) membuktikan adanya kecurigaan tersebut.
Walaupun kecurigaan tersebut telah dibuktikan, sepertinya memang benar generasi muda merupakan obyek yang dapat dinilai/dilihat dan juga dibina karena mereka banyak dituntut untuk berbahasa lebih baik daripada generasi yang lebih tua. Bahkan sampai sekarang, generasi muda masih sering dipandang sebagai tolak ukur dan obyek penggunaan bahasa Jawa. Akhirnya para pelajar SD, SMP, dan SMA yang dianggap mencakup seluruh generasi muda dan calon generasi penerus ini dijadikan obyek tolak ukur penggunaan bahasa Jawa tersebut. Dan pada akhirnya saat ini banyak dari SD, SMP dan SMA di Jawa Tengah, terutama Surakarta dan DIY memberlakukan bahasa Jawa sebagai mata pelajaran yang harus diajarkan.

Setelah beberapa waktu program ini dijalankan, dalam pelaksanaannya program ini kurang efektif baik dari segi siswa yang malas dan kurang berminat mempelajarinya ataupun dari pengajarnya yang kurang memperhatikan tujuan pembelajaran bahasa jawa ini. Oleh karena itu untuk memunculkan minat dari siswa agar senang mempelajari dan menggunakan bahasa Jawa diperlukan media pembelajaran yang menarik. Kamus Digital Indonesia-Jawa diharapkan menjadi salah satu media alternatif yang dapat ditawarkan untuk mempermudah pembelajaran bahasa Jawa di sekolah khususnya di SMA Negeri 3 Surakarta, mengingat pengajaran bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Surakarta tersebut juga belum maksimal.

untuk versi pdf bisa didownload disini

author : bayu,zaim,arif,gilang
research on the blog

Iklan

Tentang arifrohmadi

Mahasiswa Informatika yang berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi serta dapat berbagi dan bermanfaat bagi orang lain
Pos ini dipublikasikan di research dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Kamus Digital Indonesia-Jawa sebagai Sarana Mempermudah Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Surakarta

  1. Ping balik: ROBERTO

  2. freestyle berkata:

    thx

  3. freestyle berkata:

    anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s