Penerapan Destination Management System (DMS) sebagai Media Sosialisasi Wanawisata Berbasis IT di Desa Segoro Gunung

Pariwisata merupakan salah salah satu sektor vital yang dimiliki oleh suatu negara. Berdasarkan data yang dikutip dari WTO , pada tahun 2000 wisatawan manca negara (wisman) internasional mencapai jumlah 698 juta orang yang mampu menciptakan pendapatan sebesar USD 476 milyar. Pertumbuhan jumlah wisatawan pada dekade 90-an sebesar 4,2 %, sementara pertumbuhan penerimaan dari wisman sebesar 7,3 persen, bahkan di 28 negara pendapatan tumbuh 15 pesen per tahun.
Sedangkan jumlah wisatawan dalam negeri di masing-masing negara jumlahnya lebih besar lagi dan kelompok ini merupakan penggerak utama dari perekonomian nasional. sebagai gambaran di Indonesia jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2000 adalah sebesar 134 juta dengan pengeluaran sebesar Rp. 7,7 triliun. Jumlah ini akan makin meningkat dengan adanya kemudahan untuk mengakses suatu daerah. Atas dasar angka-angka tersebut maka sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat penting bagi suatu negara.

Indonesia dengan beribu pulau yang dimiliki, tentu mempunyai banyak kekayaan dan keindahan alam. Namun dari banyaknya pulau tersebut, masih banyak daerah-daerah berpotensi sebagai objek wisata yang belum dikenal oleh banyak orang. Bahkan banyak pulau-pulau dan daerah-daerah potensial di Indonesia yang justru dimanfaatkan oleh pihak asing. Hal tersebut tentu memprihatinkan.
Desa Segorogunung yang terletak di kecamatan Ngargoyoso, kabupaten Karanganyar, juga merupakan daerah berpotensi sebagai objek wisata. Namun belum banyak orang mengenal keberadaan daerah ini. Bahkan ada beberapa orang yang justru memanfaatkan keadaan tersebut untuk kepentingannya sendiri, seperti mengeksplorasi air yang ada di daerah ini untuk kemudian dijual ke daerah lain sebagai air kemasan. Hal itu tentu merugikan masyarakat di daerah ini.
Disamping itu, sebagian besar masyarakat di desa ini mata pencahariannya adalah bertani. Tetapi mereka tidak dapat menentukan harga jual hasil pertanian mereka sesuka hati. Mau tidak mau mereka harus menuruti kemauan para pedagang yang membeli hasil pertanian mereka dengan harga sesuai mekanisme pasar, dimana jika harga di pasar rendah, para tengkulak pun menawar hasil pertanian di daerah ini dengan harga lebih murah lagi yang tentunya merugikan para petani di daerah ini.
Oleh karena itu melalui penerapan Destination Management System (DMS) berbasis IT di Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar ini diharapkan dapat mensosialisasikan dan mempublikasikan keberadaan Desa Segorogunung ini kepada khalayak ramai. Sehingga kedepannya Desa yang berpotensi menjadi wanawisata (Wisata Alami) ini kelak dapat menjadi objek wisata yang dikenal oleh masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Disamping itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa ini.

Gambaran Desa Segorogunung :

Segorogunung kebun strawberry nenek tua

untuk versi pdf bisa didownload disini

author : Bagus, Arif, Dina, Fuadz, Vincent

research on the blog

Iklan