Menjaga agar Otak Tetap Hidup

Banyak orang yang berpikiran bahwa semakin dewasa maka wajar mengalami penurunan daya ingat. Banyak yang berpikiran bahwa semakin dewasa seseorang, semakin banyak sel-sel saraf yang mati. Namun, hal tersebut tidaklah benar. Peneliti di Amerika Serikat membuktikan bahwa, pada orang dewasa, masih terjadi pertumbuhan sel-sel saraf baru menggantikan sel-sel saraf yang rusak. Sehingga jika dibandingkan, jumlah neuron orang dewasa tidak akan berbeda jauh dengan jumlah sel saraf anak-anak. Lalu mengapa pada orang dewasa kian lama menurun kinerjanya ?

Hal tersebut karena, banyak orang dewasa yang telah teracuni oleh sugesti bahwa semakin bertambah umur, semakin banyak sel saraf yang mati. Disamping itu juga kecenderungan banyak orang yang lebih menyukai hal-hal yang bersifat rutinitas dan aman dimana kemampuan otak tidak terlalu diberdayakan kemampuannya. Hal tersebut tentu melemahkan kinerja otak.

Tahukah profesor-profesor, mengapa semakin tua semakin bijaksana ?, dan daya pikirnya juga masih tajam?, Hal tersebut karena mereka selalu mencoba tantangan-tantangan baru. Selalu mendayagunakan akal pikirnya, tidak terjebak dengan rutinitas semata.

Untuk menjaga otak agar tetap hidup sebenarnya cukup mudah. Melakukan hal-hal yang biasa dilakukan dengan cara yang lain dapat menjaga otak kita tetap prima. Misalnya : menulis dengan tangan kiri, mandi dengan mata tertutup, atau pergi dan pulang ke sekolah dengan rute yang berbeda. Hal tersebut meskipun sederhana, tetapi manfaatnya akan besar bagi otak kita.

Tahukah anda jika anda memberdayakan beberapa indera anda dalam memahami sesuatu, maka akan lebih cepat memahaminya ?, seperti membaca dengan mendengarkan musik klasik atau membaca dengan suara keras. Maka pasti akan lebih cepat memahaminya.

Jika kita terbiasa memberdayakan otak kita, maka semakin tua kelak, kita tidak akan menjadi pelupa, tetapi akan semakin bijaksana

Iklan