Flash Back Seminar Karir 27 Juli 2010

Sposter Sabtu, 27 Juli 2010- Seminar Karir di lantai 4 puskom, sekaligus memperkenalkan tempat baru di lantai 4 puskom itu. Seminar tersebut menghadirkan kurang lebih 130 peserta yang berasal dari delegasi SMA di Surakarta dan beberapa mahasiswa UNS. Seminar yang menghadirkan 2 pembicara Dr.Sutanto,S.Si, DEA (Kepala UPT PUSKOM UNS) dan Buntarto,M.Sc,Ph.D (LPLP TUTUKO) terbilang sukses.

Pada saat sesi Pak Tanto, para peserta diberi motivasi dan pengetahuan tentang perbedaan metode pengajaran di Indonesia dengan metode pengajaran di luar negeri. Di luar negeri sistem pembelajarannya adalah menerapkan apa yang telah diketahui langsung ke realita. Berbeda dengan sistem pembelajaran di tempat kita yang masih teoritis dengan sedikit praktik. Di Indonesia orientasi mahasiswa masih terfokus pada nilai tanpa memperhatikan kemampuan yang dimiliki. Bahkan ada dosen yang bangga jika banyak mahasiswa yang tidak lulus di mata kuliahnya.

Disamping itu, di luar negeri telah menerapkan multi disiplin ilmu, sebagai contoh fokus bidang ekonomi di perancis bisa berada di jurusan sastra. Mengapa bisa demikian ?, karena untuk bisa menjadi pebisnis taraf internasional yang sukses, menguasai berbagai bahasa itu penting, karena ketika melakukan promosi produk ke negara lain misalnya, tentu akan lebih menarik bagi mereka kalau menggunakan bahasa yang sama. Disamping itu dalam projek-projek sering juga berbagai ahli dari disiplin ilmu yang berbeda saling bekerjasama.

Beberapa contoh pemodelan belajar luar negeri yang dipaparkan oleh Pak Tanto antara lain seperti berikut ini :

1. Misalnya dalam kasus fisika, mahasiswa disuruh langsung ke stasiun kemudian mengamati dan melakukan penilitan terhadap rel yang ada. Tugasnya disuruh bagaimana agar rel kereta api tersebut ketika memuai waktu musim panas tidak patah dan pada waktu mengerut musim dingin juga tidak membuat penggembungan. Orang matematika yang membuat pemodelan matematika, orang fisiika yang memformulasikan pemodelan yang telah dibuat, orang teknik yang menjalankan teknisnya, dll. Jadi dalam projek tersebut antara disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain saling bekerjasama

2. Ada juga mata kuliah tertentu dimana ketika pertama kali masuk bertemu dengan dosen pengajar diadakan kesepakatan di awal kuliah. Pada mata kuliah tersebut misal mahasiswa diberi modal 2 juta kemudian di akhir semester dari mata kuliah tersebut, mahasiswa disuruh mengembalikan modal tersebut 10 juta dengan menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah..kereeeeen bukan bigsmile

 

Tahukah kalian tentan cerita “Punahnya dinosaurus ?”, ada sebuah cerita yang menceritakan zaman dahulu ketika kapal Nabi Nuh akan berlayar, tidak semua bisa masuk ke kapal tersebut. Harus ada yang ditinggal tidak ikut kapal. Akhirnya diadakan kompetisi, tiap spesies disuruh melucu..jika ada salah satu spesies saja yang tidak tertawa sewaktu melihat yang melucu, maka spesies yang melucu harus tinggal tidak bisa ikut rombongan kapal nabi nuh. Giliran pertama adalah spesies dinosaurus, dia melucu, semua spesies tertawa kecuali si babi. Karena ada salah satu yang tidak tertawa akhirnya semua spesies dinosaurus jadi tidak diperbolehkan ikut rombongan kapal nabi nuh. Kemudian ganti giliran gajah, belum mulai melucu..si babi sudah tertawa terbahak-bahak. Yang lain pun bertanya, kenapa kau tertawa terbahak-bahak >,< ?,

“Tadi..tadi si dinosaurus lucu sekali xD , jawab si babi”

“Dasar, nasi telah menjadi bubur, si dinosaurus sudah ditinggal dari kapal..”

 

Demikian cerita tersebut bisa menginspirasi agar kita jangan menjadi orang “TELMI” alias “Telat Mikir”, kenapa ?, karena hanya gara2 terlambat beberapa detik saja, bisa mengakibatkan bencana bagi orang lain.

Di sesi kedua, mahasiswa Pak Buntarto menceritakan pengalamannya menjadi mahassiwa penerbangan di TUTUKO. Di sana setiap teori yang didapat langsung diterapkan, sehingga mahasiswa benar-benar mahir berurusan dengan pesawat. O..iya lapangan pekerjaan untuk jadi pilot juga masih terbuka lebar..indonesia masih membutuhkan banyak pilot.

Seorang pilot dituntut untuk bisa mengambil keputusan secara cepat, jika suatu ketika terjadi problem terhadap pesawat, maka seorang pilot harus dapat mengambil keputusan yang tepat secara cepat. Sebagai contoh, ketika akan melakukan penerbangan ke jakarta, sebelum landing ternyata ada trouble di pesawat yang dipakai, padahal penumpang sudah pada duduk. Maka seorang pilot harus berani membatalkan penerbangan tersebut meskipun perusahaan akan menanggung malu dan kerugian atas itu. Tapi itu adalah konsekuensi, mengingat nyawa orang banyak itu lebih penting

 

Kira –kira itu yang bisa saya sampaikan..Terima kasih ^^

Iklan