Peradaban Semakin Maju, Bumi Semakin Tidak Menentu

    Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai penemuan dan inovasi telah membuat kehidupan manusia menjadi semakin mapan dan mudah. Tetapi efek itu justru dirasa terbalik bagi lingkungan dan kehidupan alam. Contoh kecilnya saja perkembangan yang cukup signifikan di bidang kedokteran, berbagai peralatan canggih dan obat-obatan yang dihasilkan telah menyembuhkan dan menyelamatkan banyak orang. Tetapi lihat pula mengapa di zaman yang modern ini, penyakit semakin kompleks dan beragam ?, berbeda dengan keadaan orang-orang terdahulu

    Dahulu tidak ada orang yang mengidap penyakit aneh-aneh seperti kolesterol tinggi, gagal jantung, HIV/AIDS, gagal ginjal, dll. Mengapa demikian ?, karena dahulu makanan yang dimakan masih alami, kondisi alam masih bersih nan alami. Berbeda dengan sekarang, apa-apa serba instan, makanan instan, hampir dipastikan semua produk tidak luput dari sentuhan bahan kimia. Pupuk yang digunakan untuk memupuk pun sekarang juga lebih efektif yang buatan. Orang cenderung menginginkan dan berinovasi supaya kehidupan manusia semakin mudah dan mudah dengan keadaan moral peduli lingkungan yang semakin menipis.

   Hutan-hutan banyak digunduli demi keuntungan jangka pendek semata. Di daerah pegunungan juga banyak dibangun villa-villa dengan pengurangan jumlah pohon yang ada. Padahal villa itu sendiri tidak selalu digunakan. Hanya ketika hari-hari tertentu saja villa itu digunakan.

   Penggunaan kendaraan bermotor yang semakin merambah meluas juga turut berkontribusi terhadap global warming yang terjadi sekarang ini. Gas buangan kendaraan bermotor membuat polusi udara yang cukup signifikan. Gas tersebut di udara menimbulkan efek rumah kaca, memerangkap panas dan mengakibatkan pemanasan secara global.

    Gaya hidup/Life Style di zaman modern juga turut menambah pencemaran lingkungan yang ada. Berdirinya pabrik-pabrik berkontribusi menghasilkan polutan limbah industri yang mencemari lingkungan. Hal tersebut terlihat dari kondisi lingkungan sekitar pabrik seperti sungai yang berwarna-warni dan beracun. Sungai yang dulu airnya jernih bahkan airnya dapat langsung diminum sekarang berubah total menjadi sungai-sungai beracun yang berbahaya dan membunuh kehidupan makhluk-makhluk di dalamnya. Produk-produk yang dihasilkan pabrik dan kita gunakan sehari-hari seperti plastik, bungkus makanan dan minuman instan turut menambah semakin tidak indahnya lingkungan ini akibat pembuangan sampah tidak pada tempatnya dan kurangnya daur ulang. Alhasil ketika musim hujan, banjir ibarat hal yang menjadi sebuah langganan.

   Gencarnya penemuan dan inovasi di bidang teknologi seharusnya perlu juga diimbangi dengan pengendalian dan pengantisipasian terhadap dampak dari teknologi dan produk-produk baru tersebut. Di negara maju seperti jepang misalnya, untuk banyak kasus telah menerapkan manajemen lingkungan yang baik. Seperti pemisahan sampah hingga menjadi 9 dimensi, artinya ada 9 jenis tempat sampah disana. Hal tersebut memudahkan dalam perlakuan daur ulang. Selain itu kesadaran penduduk jepang terhadap kebersihan juga tinggi. Sejauh mata memandang maka kesitulah kita akan tertumbuk pada situasi yang bersih dan rapi. Jarang dijumpai sampah anthrophogenik (akibat aktivitas manusia) di jalan-jalan di Jepang.

   Selain itu di Jepang untuk urusan transportasi lebih banyak menggunakan transportasi massal seperti kereta. Sehingga tingkat polusi akibat sarana transportasi dapat ditekan. di Jepang meski wilayahnya tergolong sempit, namun gunung yang masih hijau tetap dibiarkan hijau dan terjaga keaslian alamnya. 

    Jika di Indonesia juga menerapkan sistem seperti itu, setidaknya pencemaran lingkungan akibat sampah dapat diminimalisir. Penggunaan transportasi massal dengan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi juga akan mengurangi tingkat polusi yang terjadi. Jalanan tidak akan macet lagi, para pejalan kaki dan pengguna sepeda juga akan lebih aman. Ditambah lagi dengan kesadaran individu untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, seperti turut menggalakkan dan berpartisipasi dalam gerakan penanaman pohon. Memang meskipun dengan melakukan berbagai upaya tersebut tidak akan bisa mengembalikan keadaan bumi 100% seperti dulu kala, tetapi setidaknya dengan tindakan tersebut, alam pun akan ramah dengan kita, suhu udara stabil, perputaran iklim teratur, dan lingkungan menjadi nyaman untuk ditempati 🙂

referensi :

Kali Bekasi Tercemar Limbah Bahan Bahaya Beracun (B3)- http://pantaupost.wordpress.com

Keindahan Alam Jepang – http://www.friendster.com/photos/96699304

Lingkungan Hidup dan Transportasi Jepang- http://aribowo21.blogspot.com

Membudayakan sampah di jepang – http://www.closertojapan.com

Penanganan Pemanasan Global = http://bpmkotabandaaceh.wordpress.com

Iklan

Tentang arifrohmadi

Mahasiswa Informatika yang berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi serta dapat berbagi dan bermanfaat bagi orang lain
Pos ini dipublikasikan di kompetisi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Peradaban Semakin Maju, Bumi Semakin Tidak Menentu

  1. harly berkata:

    terimakasih sudah berbagi
    kunjungi jg bahan bacaan saya :
    jurnal ekonomi andalas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s