Mahasiswa 2.0

Di zaman sekarang ini, tantangan sebagai mahasiswa informatika semakin besar. Terlebih dengan adanya pendidikan tingkat SMK yang langsung fokus ke bidang kajian seperti rekayasa perangkat lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan multimedia. Kompetensi yang dimiliki mahasiswa IT seringkali tidak mendalam. Bisa banyak lingkup tetapi bisanya sedikit-sedikit, tidak ada yang mendalam. Bahkan ada yang CV-nya menulikan mata kuliah yang pernah diikuti tanpa diikuti kompetensi yang memadai. Sehingga ketika dites pun hasilnya mengecewakan. Sementara para lulusan SMK kebanyakan lebih cakap karena lebih fokus sesuai kejuruan yang diambil. Bila pun belum bisa, semangat mereka untuk belajar pun cenderung lebih tinggi.

Di Era global ini, dunia semakin datar. Seperti kata Thomas L Friedman, “The World is Flat”. Anak kecil pun bahkan sekarang sudah banyak yang bisa menggunakan barang-barang elektronik seperti komputer maupun laptop. Bahkan bisa memilih mana yang bagus dan mana yang kurang bagus. Di era dunia datar ini, individu bisa membuat perubahan. Perubahan bisa dilakukan oleh siapapun meskipun bukan dari negara besar, anak orang besar atau sekolah di universitas besar.

Jumlah pengguna internet di Indonesia kurang lebih 40 juta. Pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia terkait akses situs jejaring sosial facebook. Cukup disayangkan kita menduduki peringkat tinggi untuk sesuatu yang konsumtif, bukan yang produktif.

Ada istilah Pareto Theory, Dari 100 orang dalam suatu organisasi atau perusahaan, yang benar-benar serius, melek, dan kreatif cuma 20%.

Tempat duduk menentukan prestasi, pernyataan itu ternyata berlaku di Jepang. Disana mahasiswa seperti terpilah menjadi 3 kasta : kasta brahmana, kasta ksatria, dan kasta sudra.

Kasta brahmana itu mahasiswa yang duduk di deretan paling depan. Mereka adalah mahasiswa yang ingin menjadi lulusan terbaik, IPK cumlaud, dsb. Sayangnya mereka pelit-pelit dan lebih individualis.

Kasta Ksatria, mahasiswa yang duduk di deretan tengah. Mahasiswa ini lebih solider. Mereka menginginkan nilai bagus dengan cara yang gampang. Sehingga kerjasama dan solidaritas lebih terjalin erat disini.

Kasta sudra, mahasiswa yang kuliah hanya untuk mendapatkan gelar, tanpa memperdulikan IPK atau hal lainnya. Mereka biasanya bergabung ke kegiatan-kegiatan ekstra kampus.

Tren SDM IT ke depan ?

Menurut Gardner Predict à Memiliki keunggulan de facto (kreatifitas) dan keunggulan de jure (degree).

Membangun keunggulan de jure :

  1. Selesaikan pendidikan setinggi mungkin.
  2. Uji kompetensi dengan mengambil sertifikasi industry.

Membangun keunggulan de facto :

  1. Latih kemampuan verbal lewat organisasi kampus.
  2. Latih kemampuan tulis lewat blog.
  3. Bangun kreatifitas maya.
  4. Lakukan personal branding lewat blog.

Kunci mahasiswa 2.0 :

–          Selesaikan kuliah dengan baik (Keunggulan de jure)

–          Buat kreatifitas maya (keunggulan de facto)

Kiat-kiatnya :

  1. Setiap orang punya potensi dan kompetensi. Identifikasi diri dan potensi apa yang dimiliki.

Buat list-nya :

–          Kompetensi saya :

–          Potensi saya :

      2.  Browsing, pahami tren teknologi, survey kreatifitas apa yang belum banyak ada, tentukan target pasar. Buat list-nya :

–          Target :

–          Masalah :

     3.  Tentukan kreatifitas maya

“orang bisa membuat, banyak orang bisa membuat, namun tidak semua orang bisa sabar”

     4.  Fokuskan Tema ke core competence

  • Perception is more than reality
  • Tulis tema yang booming

    5.  Jangan berhenti, lakukan inovasi terus.

“Semua pilihan tidak akan jadi pilihan kalau masih peluang”

“Cintailah pekerjaanmu, maka pekerjaan akan mencintaimu”

“IPK itu tidak penting, so dapatkanlah IPK yang tinggi. Kalau hal yang tidak penting saja gagal, bagaimana mau mengatasi yang lebih penting”

Kiat mendapatkan IPK yang tinggi :

  1. Kejar mata kuliah yang tidak popular
  2. Kejar mata kuliah yang popular
  3. Defragmentasi otak

From : Stadium General dengan Pembicara Bapak Romi Satria Wahono, Selasa 11 Oktober 2011 08.00-11.00

Iklan