Sendratari Ramayana

Sendratari ramayana yang diselenggarakan di Prambanan tiap selasa, kamis, dan sabtu malam (07.30-09.30 PM) ini merupakan sebuah pertunjukan yang berkesan. Bagaimana tidak, sebuah pertunjukan tari kolosal yang dipersembahkan oleh banyak penari di panggung terbuka dengan candi prambanan sebagai latarnya, ditambah bulan purnama sebagai pelengkap indahnya malam tentu memberi kesan yang lain daripada yang lain.

Secara keseluruhan pertunjukan sendratari ramayana ini dibagi menjadi empat episode, dimana setiap malamnya hanya menampilkan satu episode.

Episode I   : Hilangnya Dewi Shinta

Episode II  : Hanuman Sang Duta

Episode III : Gugurnya Sang Patriot Kumbakarna

Episode IV : Api Suci Dewi Shinta

Untuk sinopsis masing-masing episode sebagai berikut (diambil dari leaflet sinopsis sendratari ramayana):

Episode Pertama : HILANGNYA DEWI SHINTA

Dalam pengasingan di hutan, Rama berkelana bersama Shinta, istrinya yang cantik jelita ditemani pula oleh adiknya yang sangat setia yaitu Laksmana. Tatkala mereka sedang menghibur diri dalam penderitaan mereka, muncullah seekor kijang kencana yang sejatinya jelmaan dari Raksasa Marica, utusan Rahwana yang mendapat perintah untuk menggoda Shinta.

Shinta terpesona dengan kijang ini dan meminta kepada Rama untuk menangkapnya. Rama berpesan kepada Laksmana agar menjaga Shinta dan tidak meninggalkan dalam keadaan bagaimanapun. Setelah ia pergi hendak menangkap kijang tersebut. Dalam saat menunggu, Shinta dan Laksmana mendengar jeritan minta tolong dari Rama. Tetapi sebenarnya itu hanyalah jeritan Marica yang menirukan suara Rama dengan maksud menarik perhatian Shinta. Karena kekhawatirannya yang amat sangat Shinta mendesak Laksmana untuk menolong kakaknya itu. Ketika Laksmana menolak, Shinta menuduhnya punya pamrih tersembunyi. Dengan perasaan enggan Laksmana terpaksa meninggalkan Shinta. Segera setelah itu, Rahwana muncul dan membujuk Shinta agar mau menjadi istrinya. Gagal dengan maksud buruknya itu akhirnya ia membawa Shinta dengan paksa. Sepanjang perjalanan Shinta yang telah hilang harapan itu menjatuhkan perhiasan-perhiasannya satu demi satu dengan harapan bisa menjadi petunjuk bagi Rama untuk melacaknya.

Seekor Jatayu yang menjadi teman setia dari ayah Rama, ketika sedang terbang tinggi di angkasa melihat apa yang terjadi atas diri Shinta, segera bergegas menolongnya. Dalam pertarungan berdarah melawan Rahwana, Jatayu menderita luka parah dan akhirnya jatuh ke bumi. Rama dan Laksmana menemukannya dalam keadaan sudah hampir mati namun masih sempat memberikan keterangan. Dengan harapan baru Rama dan Laksmana segera bergegas dan dalam perjalanan bertemulah mereka dengan sejumlah tentara kera dibawah pimpinan Sugriwa. Didalamnya terdapat tokoh-tokoh seperti Hanuman seekor kera putih, Hanila kera berwarna biru, Jembawan, dan lain-lain. Sugriwa mengadu kepada Rama tentang Subali saudara kembarnya yang telah menganiaya dirinya dan memohon pertolongan Rama. Sebagai imbalannya Sugriwa bersedia membantu Rama dalam mencari Shinta. Maka tatkala Sugriwa dan Subali tengah berlaga, Rama melepaskan panah mautnya ke arah Subali hingga menemui ajalnya.

Episode II : HANUMAN SANG DUTA

Di Pancawati Rama dan Sugriwa sepakat mengutus Hanuman, Hanila, Hanggada, dan jembawan untuk menemui Shinta di Alengka dan menyerahkan cincin Rama kepadanya. Dalam perjalanan, keempat prajurit kera itu bertemu dengan Dewi Sayempraba yang berusaha menghancurkan rencana mereka dengan tipu dayanya sehingga mereka menjadi buta. Seekor raja burung yang sakit bernama Sempati berhasil memulihkan penglihatan mereka. Keempat prajurit kera itu berterima kasih kepadanya dan sebagai balas jasa Hanuman menyembuhkan raja burung itu dari sakitnya. Setelah itu, Hanuman dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan ke Alengka.

Dalam taman Argasaka di Alengka, Shinta yang dirundung duka menangis karena terkenang akan suaminya. Ia merasa lebih baik mati daripada menjadi istri Rahwana. Trijata mencoba menghiburnya dan berjanji akan tetap setia mendampinginya. Sementara itu Rahwana tak henti-hentinya membujuk Shinta agar bersedia dipersunting olehnya akan tetapi tanpa mengenal lelah Trijata pun terus berusaha menyabarkan hatinya.

Itulah situasi yang ada ketika Hanuman sampai di tempat Argasoka setelah sebelumnya mengalami berbagai rintangan. Ia menyerahkan cincin Rama kepada Shinta yang menerimanya dengan rasa duka. sebagai penggantinya Shinta memberikan hiasan rambut kepada Hanuman agar diserahkannya kepada Rama sebagai bukti kesetiaannya kepada Rama. Setelah menyelesaikan tugasnya Hanuman memporak-porandakan taman itu. Namun malang, ia tertangkap oleh Indrajit yang mempergunakan panah ajaibnya. Diputuskan agar si kera putih dibakar hidup-hidup. Tetapi Hanuman yang sakti itu ternyata tak bisa terbakar. Dengan kegemparannya api yang masih berkobar-kobar ditubuhnya, ia membakar habis seluruh istana Alengka.

Episode III GUGURNYA SANG PATRIOT (KUMBOKARNO)

Rama, Laksmana dan Sugriwa beserta tentaranya menunggu dengan harap-harap cemas kedatangan Hanuman dari Alengka. Segera tiba membawa berita gembira lalu menyerahkan hiasan rambut Shinta kepada Rama. Melihat hiasan itu Rama amat menjadi berduka, meskipun demikian tetap berterima kasih kepada Hanuman atas keberhasilan tugas yang diembannya. Kemudian Rama kembali mengutus Hanggada ke Alengka untuk memberi peringatan kepada Rahwana agar menyerah saja. Sementara itu membidikkan panah saktinya ke arah samudera yang memisahkan Pancawati dan Alengka, sehingga kering. Seluruh peristiwa ini dilukiskan dalam adegan sebuah tari yang indah dimana ikan-ikan menjadi sangat panik tetapi akhirnya mereka bersedia bekerja sama membangun jembatan sehingga Rama dan bala tentaranya bisa menyeberangi samudera tersebut.

Di Alengka Rahwana sedang dihadapi oleh para menteri dan tentara untuk merundingkan perang yang dapat meletus. Pada saat itu Hanggada tiba dengan menyampaikan peringatan Rama. Hal ini menyebabkan Rahwana begitu murka sehingga memerintahkan membuhuh Hanggada. Tetapi Kumbakarna memperingatkannya sekali lagi bahwa Hanggada hanyalah seorang utusan belaka. Rahwana tak dapat lagi menahan nafsu dan mengusir Kumbakarna dari Alengka. Ia lalu memerintahkan Indrajit, Prahasta, Sarpakenaka dan seluruh bala tentara raksasa menuju medan laga untuk menghancurkan Rama. Peperangan yang terjadi dahsyat dan mengerikan. Prahasta, perdana menteri Alengka tewas ditangan Hanila (ada sebuah episode pendahuluan tentang itu dari Sugriwa dan Subali yang dikutuk menjadi batu karena penyelewengannya). Dalam adegan ini, Hanila mempergunakan batu tersebut untuk membunuh Prahasta. Dengan demikian ia membebaskan wanita dari kutukannya sehingga berubah kembali ujud aslinya yaitu Dewi Hendradi. Indrajit mati oleh panah Laksmana. Hanuman juga berhasil membunuh Sarpakenaka, adik perempuan Rahwana, tetapi diatas semua itu seorang tokoh patriot yang heroik yaitu Kumbakarna telah menemui kematiannya dengan cara yang paling tragis dimana tubuhnya rusak dan tercerai berai.

Episode IV API SUCI DEWI SHINTA

Di taman Argasoka Shinta tak henti-hentinya mencucurkan air mata menghadapi bujuk rayu serta keganasan Rahwana yang tak tertahankan dimana setiap raja raksasa itu mendekatinya, ia menghindari dengan rasa muak.

Karena Shinta terus menerus menolaknya, Rahwana memanggil raksasa yang menjinjing 2 kepala manusia adalah tiruan dari kepala Rama dan Laksmana. Melihat hal itu, Shinta pingsan mendadak. Tetapi Trijata mengetahui tipu muslihat ini dan mengatakan kepada Rahwana bahwa ia pengecut kecuali bila ia benar-benar mampu membawa kepala Rama dan Laksmana. Rahwana menjadi berang dan dengan perasaan malu ia segera maju ke medan perang. Medan peperangan bagaikan arena pembantaian dimana mayat-mayat saling bertindihan. Ketika Rahwana mendapatkan seluruh saudaranya telah tewas ia menjadi nekat. Segera ia berhadapan muka dengan Rama.

Dua seteru yang sama-sama tangguh itu dianugerahi kekuatan gaib serta senjata ampuh yang menakjubkan. Tetapi panah Rama mengakhiri hidup Rahwana yang penuh angkara murka, karena demikianlah kebaikan selalu mengalahkan kejahatan. Wibisana, adik Rahwana yang diusir karena tak setuju dengan tindakan kakaknya, dinobatkan sebagai Raja Alengka. Diiringi Trijata, Shinta keluar menemui Rama. Tatkala Rama melihat Shinta ia menjadi ragu akan kesucian istrinya karena telah begitu lama berada dalam tawanan Rahwana. Trijata membela Shinta dan marah terhadap Rama karena telah meragukan kesucian dan kesetiaan istrinya.

Sebaliknya, Shinta yang sangat terbuka hatinya karena keraguan dan penolakan Rama, hendaknya membuktikan kesucian dirinya. Ia minta agar sebuah api unggun raksasa dibuat untuknya dimana ia akan terjun kedalamnya. Bila ia tetap hidup, hal itu membuktikan kesuciannya, sebaliknya bila ia tetap ternoda, maka api akan menghanguskannya. Trijata memohon dengan sangat kepada Wibisana agar membatalkan maksud gila itu, tapi tak berhasil. Sementara Rama memanjatkan doanya, Shinta terjun kedalam nyala api. Ajaib ia tak terluka dalam kobaran api itu.

Untuk meyakinkan semuanya tentang tindakan pensucian itu, Brama Sang Dewa Api sendiri turun lalu menyerahkan Shinta kepada Rama. Demikianlah mereka bersatu kembali dalam kebahagiaan untuk selama-lamanya.

Saya sudah ikut melihat Episode Kedua – Hanuman Sang Duta (02/06/2012), beberapa dokumentasinya seperti dibawah ini:

Foto1812 Foto1814 Foto1828
Foto1833 Foto1837 Foto1838
Foto1845 Foto1849 Foto1851

Bila masih penasaran, sesekali bisa menyempatkan untuk menyaksikan secara langsung di Prambanan 🙂

Reservasi tiket dan informasi:
Prambanan Theatre
Jalan Raya Yogya-Solo Km 16 Prambanan, Yogyakarta 55571, Indonesia
Phone: (0274) 496408, Fax: (0274)496408

Iklan