GDG DevFest Indonesia 2013 batch Yogyakarta

image

GDG (Google Developer Group) DevFest merupakan event kolaborasi bagi para pengembang pengguna teknologi yang dikembangkan oleh Google seperti : Google Apps, App Engine, Google Maps, Google Chrome, Android, Youtube, Google+, dll

Tahun 2013 ini GDG DevFest di Indonesia berlangsung di empat kota besar yaitu : Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang mulai 6-19 Oktober 2013. Kebetulan saya diberi kesempatan mengikuti GDG DevFest di Yogyakarta 17 Oktober 2013.

Rundown acara GDG DevFest Yogyakarta:

image

Keynote Speech Chelle Gray memberikan gambaran sekilas tentang produk-produk google seperti Youtube, Google Maps, Google Drive, Google Glass, Chrome Book, Chrome Cast, Chrome DevTools, dll.

Dilanjutkan dengan pembahasan seputar Innovation at Google oleh Mbak Pepita Gunawan.   Dijelaskan sejarah perkembangan google dari awal hingga sekarang, visi misi google, dan inovasinya yakni memiliki lebih dari 50 consumer product

vision:

“Focus on the user and all else will follow”

mission:

“to organize the world’s information and make it universally accessible and useful”

The Google Story

Yang membuat google bisa bertahan dan terus berkembang hingga sekarang:

1. Having Mission and Goal
2. Be Open : Share Everything You Can
3. Think Big, Take Risks

Pembicara ketiga dan keempat (Fachry Bafadal dan Oon Arfiandwi) mengulas seputar Android.

Perlu diperhatikan, agar aplikasi mobile yang dibuat itu baik dan terus berkembang perlu memperhatikan user rating (rating dari user), user feedback (kritik maupun saran yang diberikan user), demographic (penyebaran aplikasi, seberapa banyak yang download), app patern (desain aplikasi, kemudahan penggunaan), dan error report (laporan error)..

Aplikasi mobile ada berbagai macam jenisnya, mulai dari Content App, Tracking App, Social App, dan Service App.

Dalam membuat aplikasi mobile, biasanya pengguna tidak terlalu suka bila harus disuruh mendaftar dan login ke aplikasi baru. Oleh karena itu bisa menggunakan layanan dari facebook, google+, dll (API facebook, API google, dll), sehingga untuk memanfaatkan aplikasi yang kita buat user tak perlu register manual, tapi cukup login menggunakan facebook atau google+ masing-masing.

Selanjutnya ada Demo Aplikasi Health Circle, sebuah aplikasi berbasis mobile untuk mendeteksi penyebaran wabah penyakit di sekitar kita..Aplikasi ini menggunakan google map, dan menyediakan fitur social media jg..Sehingga antar pengguna bisa saling berinteraksi dan memberi kabar bila ada yang sakit.

Pembicara keenam, mas Benny Fajarai mengulas tentang pentingnya user interface dan user experience suatu aplikasi. Agar dapat memberikan user interface dan user experience yang baik, perlu memperhatikan:

1.information hierarchy
2.information architecture
3.gesture : eye movement, hand & finger movement, mouse & keyboard switch
4.memory and processing : be consistent, visual aid will help, notify & remind
5.have dialogs and recommendation : give best, or less option
6.play with emotion
7.be personal
8.cal to action
9.gamification
10.invite & reinvite

Pembicara 7 Lidya Novianti memperkenalkan tentang #FemaleDev , yaitu perkumpulan para developer IT wanita. Ide lahirnya perkumpulan ini karena Lidya Novianti merasa sepi tidak ada teman programmer cewek. Kebanyakan para programmer itu cowok. Akhirnya setelah sering ikut kegiatan-kegiatan komunitas IT, dan berkonsultasi dengan mas Yansen Kamto, Lidya berinisiasi membuat perkumpulan para developer IT wanita yang diberi nama #FemaleDev http://femaledev.com/

Pembicara 8 Dennis Adishwara – mengulas tentang promosi via Youtube.

Pembicara 9 Sanny Gaddafi, creator Fupei ini memberikan penjelasan tentang kisah perjalanannya membuat berbagai startup. Untuk membuat startup pertama kali itu minimal dibutuhkan orang-orang yang tepat untuk mengisi 3 posisi : CMO (Chief Marketing Officer) : mengurusi marketing, menjalin relasi, dan promosi; CTO (Chief Technical Officer) : mengurusi hal-hal teknis seperti programmer; COO (Chief Operation Officer) : mengurusi hal-hal operasional seperti membuat pembukuan kerja, dokumentasi, mengurusi administrasi, dll. Sedikit orang lebih baik daripada banyak orang tetapi tidak efektif. Kendala banyak startup di Indonesia tidak bertahan lama karena kurangnya kolaborasi. Biasanya programmer hanya berkolaborasi dengan programmer saja. Akhirnya startup yang dibuat tidak bisa membiayai dirinya sendiri, tetapi malah menjadi beban para pembuatnya karena terus membiayai startupnya. Untuk itu seorang programmer perlu menjalin kerjasama dengan orang-orang yang ahli dibidang lain.

Pembicara terakhir, mas Yansen Kamto memperkenalkan Native Academy, yaitu sebuah badan/organisasi yang menjadi support dan memberikan bantuan dana untuk berkembangnya startup yang memenuhi kualifikasi Native Academy

 

Foto Dokumentasi..

 
registrasi devFest Jogja
 
Chelle Gray
 
Pepita Gunawan

Oon Arfiandwi
 
Benny Fajarai
 
Lidya Novianti

Credit to : Speaker Google Indonesia

Iklan

Tentang arifrohmadi

Mahasiswa Informatika yang berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi serta dapat berbagi dan bermanfaat bagi orang lain
Pos ini dipublikasikan di Experience dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke GDG DevFest Indonesia 2013 batch Yogyakarta

  1. Andi Muqsith berkata:

    wew! kereenn! nggak mau kalah ama GDG Jakarta hahaha

  2. イルル berkata:

    nice share rif.. thanks.. hehehe 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s