Solo Kota Serba Neka

Siapa yang tidak kenal Solo ?, Kota Surakarta yang lebih dikenal “Solo” ini walaupun luasnya kurang lebih 44 kilometer persegi, tetapi memiliki wisata khas tersendiri. Wisata apakah itu ?, diantaranya ada wisata budaya dan wisata kuliner. Dengan mengusung slogan “Solo The Spirit of Java”, “Solo Kota Budaya”, Kota Solo terus mempertahankan dan memperkenalkan keanekaragaman budaya dan produk-produk kreatif lokal khas solo ke seantero dunia lewat rangkaian acara festival budaya tahunan yang berlangsung terus-menerus.

Nuansa budaya tidak hanya terlihat pada keraton, museum ataupun pada acara festival budaya, tapi tampak pula pada pasar-pasar. Bila di kota lain, kita akan lebih banyak menemukan mall mall, tempat perbelanjaan mewah, gedung pencakar langit, di Solo kita akan lebih banyak menemukan pasar-pasar tradisional. Jangan salah, meskipun pasar tradisional, barang dagangan yang diperjualbelikan berkualitas. Malah Anda bisa menemukan jajanan khas ataupun barang khas yang tidak dijual di toko lain.

Salah satu pasar yang menjadi ikon kota sekaligus pasar tertua di Solo adalah Pasar Gede Harjonagoro. Pasar Gede dibangun pada tahun 1927 dan diresmikan tahun 1930. Desain Pasar menggabungkan gaya Jawa dan gaya kolonial Belanda. Di Pasar Gede dapat kita temukan aneka macam makanan tradisional yang jarang ada di tempat lain seperti: es dawet telasih, cenil, klepon, grontol, utri, gatot. lopis, tiwul, sawut, dan sebagainya.


Pasar Gede Harjonagoro

Bila ingin tahu pasar utama hasil bumi di Solo, Anda bisa berkunjung ke Pasar Legi. Sesuai dengan namanya, dahulu Pasar ini hanya buka pada hari pasaran Legi. Namun, pada perkembangannya Pasar Legi buka setiap hari bahkan 24 jam. Pasar Legi menjadi tujuan pedagang besar dari berbagai daerah untuk mendapatkan barang yang kemudian di jual lagi di daerahnya. Bisa dibilang, Pasar Legi merupakan pasarnya para penjual, karena banyak diantara mereka yang membeli untuk dijual lagi. Sebagai pasar utama, tidak jarang harga-harga sembako di pasar lain sekitar Solo merujuk pada harga yang berlaku di Pasar Legi.


Pasar Legi

Bagi pecinta barang antik atau yang ingin mencari buah tangan saat datang ke Solo, Anda bisa mengunjungi Pasar Triwindu. Pasar Triwindu menjadi tempat jual beli aneka barang antik baik yang terbuat dari kayu, logam, kulit, maupun bahan-bahan lainnya. Selain menyediakan benda-benda antik, pada umumnya pedagang di Pasar Triwindu juga memiliki keahlian untuk membuat dupilikat atau repro sebuah benda yang bernilai tinggi tetapi persediaannya terbatas.


Pasar Triwindu

Mencari baju batik, kain batik atau sejenisnya ?, Anda bisa mampir ke Pasar Klewer. Pada masa lalu pasar ini dinamai Pasar Slompretan. Namun, karena cara pedagang disini yang menjajakan barang dagangannya dengan menyampirkan di pundak-pundak sehingga kleweran, sebutan Pasar Klewer menjadi lebih melekat. Lorong-lorong yang sempit, dan bau khas kain yang tercium menjadi suasana khas yang tidak dijumpai di tempat perbelanjaan lainnya.


Pasar Klewer

Bingung mencari barang bekas ?, Pasar Klithikan Notohardjo bisa menjadi PIlihan Anda. Sesuai dengan namanya, Pasar klithikan merupakan wadah bagi pedagang kaki lima yang menjual berbagai barang bekas, seperti pakaian, barang elektronik, ponsel, spare part kendaraan, dan barang lainnya.


Pasar Klithikan

Obyek wisata lain yang bersifat kebendaan antara lain ada Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, Museum Radya Pustaka, Monumen Pers, Gedung Wayang Orang Sriwedari, Taman Satwa Taru Jurug. Ada juga perkampungan yang menjadi tempat wisata sekaligus tempat berbelanja seperti Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan. Bila ingin merasakan sensasi bersantap malam di ruang terbuka, bisa mengunjungi Galabo (Gladag Langen Bogan) yang merupakan pusat wisata kuliner di kota Solo.

image


Galabo

Keterbatasan potensi alam yang dimiliki Kota Solo, tidak menyurutkan kota ini untuk menghadirkan aneka obyek wisata yang dapat menarik pengunjung. Justru dengan keterbatasan tersebut membuat Pemerintah Kota Surakarta bersama masyarakat berinovasi membuat beragam obyek wisata yang beberapa diantaranya telah diuraikan diatas. Salah satu inovasi objek wisata lainnya adalah wisata transportasi yang saat ini masih langka di Indonesia. Kota solo memiliki beberapa wisata transportasi, diantaranya Bis Tingkat Werkudara dan Sepur Kluthuk Jaladara.

image

Dengan Bus Tingkat Werkudara, Anda akan diajak berkeliling kota Solo yang sebagian besar merupakan tempat bersejarah seperti Loji Gandrung, Taman Sriwedari, Museum Batik Wuryaningratan, Pasar Triwindu, Kampung Batik Laweyan, Benteng Vastenburg, Pasar Gede, dan sebagainya. Sedangkan dengan Sepur Kluthuk Jaladara, Anda akan diajak wisata keliling kota mengendarai kereta uap kuno buatan tahun 1896 berbahan bakar kayu bakar. Rute membentang dari Stasiun Purwosari yang dibangun tahun 1875 menuju ke Stasiun Kota Sangkrah yang dibangun tahun 1922, dengan melintasi rel dalam kota, satu-satunya yang masih ada di Indonesia, membentang persis di tepi Jalan Slamet Riyadi.

Solo dengan aneka wisata uniknya, tentu dapat menjadi pilihan Anda ketika ingin bepergian bersama keluarga, menikmati suasana yang lain daripada yang lain, atau sekedar ingin bernostalgia dengan nuansa tempo dulu. Pastinya Anda akan memiliki kesan dan kenangan tersendiri ketika mampir ke Solo. Karena seperti kata orang, Solo itu SOesah diLOepakan..Semoga bermanfaat Smile

pic.source:
arumsekartaji
kompasiana
virmansyah
wonderfulsolo
solopos
surakarta.go.id

Iklan