Updates from Desember, 2013 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • arifrohmadi 1:33 pm on December 31, 2013 Permalink | Balas  

    2013 in review 

    The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

    Here’s an excerpt:

    The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 12,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.

    Click here to see the complete report.

     
  • arifrohmadi 11:57 pm on December 22, 2013 Permalink | Balas  

    Kisah Perjalanan Felix Siauw Mencari Tuhan 

    ustadz-felix-siauw

    Saya lahir dari keluarga Cina yang besar di Palembang. Pada waktu itu, orang-orang Cina diharuskan untuk memilih salah satu agama yang ditetapkan oleh negara dan kebanyakan mereka memilih katolik. Mereka sangat awam dengan Islam, dan bahkan mereka memandang jelek agama Islam tersebut. Dari dulu, orang-orang Cina berpikiran bahwa Islam bertentangan dengan agama mereka. Kebanyakan dari mereka menerapkan kepada keluarga, anak dan cucu mereka bahwa boleh beragama apa saja, asalkan tidak Islam. Nenek saya contohnya, beliau berpesan bahwa, “Kamu boleh beragama apa saja asal jangan Islam.”

    Saya tumbuh dalam pemahaman seperti itu, maka tak heran jika saya juga memiliki pikiran yang sama dengan mereka. Islam pribumi itu kehidupannya berantakan, agama barbar dan sebagainya, itulah yang saya pikirkan. Sampai ketika SMP kelas 3, ketika saya masih bersekolah di sekolah Katolik, saya mendapatkan sesuatu yang tidak beres dan tidak masuk akal. Sebut saja trinitas, penebusan dosa dan sebagainya. Hal itu kemudian tidak memuaskan akal saya. Saya lalu banyak bertanya kepada keluarga, bahkan pendeta, pastur dan sebagainya.

    Namun sayang sekali mereka tak bisa memberikan sebuah pencerahan dan penjelasan yang memuaskan. Saya semakin tidak mengerti ketika mereka menjelaskan bahwa Tuhan itu tiga dalam satu. Lalu saya bertanya “Terus yang menciptakan kita siapa ? Bapa, putra atau roh kudus ? Dan lagi jika memang Yesus itu Tuhan, mengapa dia harus memanggil Tuhan yang lain sebelum mati di kayu salib ?”

    Keraguan saya semakin bertambah ketika saya banyak membaca Alkitab. Saya menemui kenyataan bahwa Tuhan banyak berbohong disana. Contoh, ketika di surga pertama-tama Tuhan mengatakan “Jangan makan buah ini, jika engkau makan kau akan mati.” Ternyata setelah mereka memakan buah itu, mereka tidak mati. Mereka malah punya pengetahuan, mereka malah mengetahui yang baik dan yang buruk. “Masak Tuhan berbohong” begitu pikir saya.

    Konsep-konsep inilah yang banyak saya tanyakan kepada pastur dan pendeta. Namun mereka hanya menjawab “Ya itulah iman”. Berkali-kali saya bertanya, namun tetap saya mendapat jawaban yang sama. Mereka menjelaskan bahwa iman adalah tidak boleh banyak bertanya. Karena dalam beberapa hal dalam keimanan yang tidak bisa ditangkap oleh nalar. Sampai disana saya berpikir, lalu apa gunanya saya terus belajar tentang agama Katolik ?

    Ketika SMP kelas 3, secara fungsional keluar dari agama Katolik. Saya tidak pernah ke gereja lagi, saya juga tidak ikut ibadah, walaupun KTP saya masih agama Katolik. Saya kemudian terus mencari jawaban itu, dimana asal Tuhan, siapa yang menciptakan, setelah mati manusia akan kemana dan sebagainya. Saya mencari ke semua agama. Dari Kristen Protestan, Budha, Hindu, dll. Namun saya tidak mendapatkannya.

    Setelah 5 tahun kemudian, saya akhirnya mencari konsep tersebut di Islam. Ketika saya di IPB, saya bertemu dengan salah seorang teman. Saya banyak berdiskusi dengan dia, dan mempertanyakan kembali tentang pertanyaan-pertanyaan hidup yang saya punya dulu. Saya dikenalkan dengan seorang ustadz. Beliau masih sangat muda, namun kalimat-kalimatnya sangat penuh hikmah. Saya mendapatkan pencerahan Islam yang sesungguhnya, yang sebenar-benarnya. Bukan seperti Islam yang kebanyakan dilakukan oleh manusia modern seperti sekarang ini.

    Ketika suatu malam, saat kami berdiskusi, kami sama-sama menyimak bacaan Alquran surat Al Baqarah ayat ke 2 yang artinya “Kitab ini tidak ada keraguan, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” Saya katakan ini tidak mungkin, karena ketika ada kata sempurna berarti tidak akan ada kesalahan, kebimbangan dsb. Saya katakan lagi, ini buatan manusia jadi tidak mungkin”.

    Beliau menjawab, “Tidak, Alquran ini bukan buatan manusia, Kitab ini buatan Tuhan. Disini ada buktinya”. Setelah itu dibacakanlah tentang surab Al Baqarah ayat 23 “Dan jika kamu meragukan (Al Qur’an) yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat semisal dengannya, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.

    Hal itu benar-benar memukul kepala saya. Seakan-akan ada yang berkata kepada saya “Jika kamu memang benar, nggak usah banyak ngomong, tandingin aja deh. Buat yang sama dengan Al Qur’an. Jika kamu lebih baik, maka Al-Qur’an kalah, dan Islam ikut kamu. Kalau Kamu nggak bisa, ya udah kamu kudu nurut dan masuk islam.” itu sangat fair buat saya.

    Setelah itu saya lihat ayat selanjutnya, ayat 24 yang artinya “Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” Dari sana saya tahu jika ayat itu begitu tegas dan jelas. Saya jadi yakin, bahwa yang membuat Al-Qur’an benar-benar Tuhan Semesta Alam, dari sanalah akhirnya saya memutuskan untuk beriman pada Islam.

    Reaksi awal keluarga saya, pastilah merasa kaget, karena seperti yang saya ceritakan di awal tadi, mereka tidak mengharapkan dan paling takut anaknya terpengaruh dengan Islam. Selama tiga tahun terakhir, saya terus berjuang agar mereka juga bisa mengimani Islam. Walaupun sampai sekarang belum ada diantara mereka yang memutuskan menjadi seorang muslim, namun saya masih terus berharap, suatu saat Allah akan mendatangkan hidayah untuk mereka.

    Setelah menjadi mualaf, saya benar-benar merasa tenang. Ketika saya mensujudkan kepala pertama kali, saya merasa sangat terharu. Saya merasa bertambah yakin jika memang inilah Tuhan yang seharusnya kita sembah.

    Jujur, kadang saya juga merasa gregetan, saat melihat banyak orang Islam sekarang yang tidak mengetahui Islam yang sebenar-benarnya. Seakan-akan di depan mereka, ada air jernih dan air comberan yang kotor. Namun banyak dari mereka yang meminum air yang kotor tersebut. Padahal Islam adalah yang paling sempurna, namun banyak dari mereka yang tidak mengerti, dan tidak berusaha untuk mencari ilmunya. Mereka meninggalkan sistem sebuah agama yang benar-benar sempurna, namun mereka tidak mengambil itu. Maka dari itu saya tergerak agar muslim-muslim yang lain juga tahu tentang Islam yang sebenar-benarnya.

    Kini saya banyak menghabiskan waktu untuk berdakwah. Walaupun banyak cobaan yang bahkan justru datang di kalangan orang Islam sendiri, saya berusaha untuk tetap teguh berada di jalan Allah. Saya yakin Allah akan selalu menyertai saya, selama saya mau untuk ikhlas melakukan semuanya karena Allah.

    Referensi : Hadila Magazine

     
    • Johne722 11:27 am on September 9, 2014 Permalink | Balas

      Howdy! I basically would like to give a huge thumbs up for the good data you’ve got here on this post. I will probably be coming once again to your weblog for far more soon. fcedffbedekc

    • Johng890 11:28 am on September 9, 2014 Permalink | Balas

      Thanks for this article. I’d also like to express that it can often be hard if you are in school and simply starting out to initiate a long credit standing. There are many students who are just trying to endure and have an extended or favourable credit history are often a difficult matter to have. dgagdbagcddk

  • arifrohmadi 9:41 pm on December 21, 2013 Permalink | Balas  

    Blue Ocean Strategy 

    Pernah menjadi pemain akordion, pemakan api, dan pemain akrobat, Guy Laliberte kini adalah CEO Cir-que du Soleil, salah satu eksportir kultural terbesar Kanada. Didirikan pada 1984 oleh sekelompok pementas jalanan, karya-karya Cirque telah disaksikan oleh hampir 40 juta orang di 90 kota di seluruh dunia. Dalam kurang dari 20 tahun, Cirque du Soleil mencapai tingkat pemasukan yang bagi Ringling Bros, dan Barnum & Bailey jawara global dalam industri sirkus perlu waktu lebih dari 100 tahun untuk mencapainya.

    Yang membuat pertumbuhan pesat ini tampak lebih menakjubkan adalah ia terjadi dalam sebuah industri yang boleh dibilang tidak menarik. Industri sirkus saat itu sedang menurun, sehingga analisis strategis tradisional menyatakan bahwa potensi pertumbuhan industri itu terbatas. Daya pasok, dalam hal ini jumlah pasokan bintang pementasan, sangat jenuh. Demikian juga dengan daya beli. Bentuk-bentuk hiburan alternatif mulai dari berbagai hiburan live urban, olahraga, hingga home entertainment tampak mengepung. Anak-anak lebih suka merengek meminta playstations daripada meminta pergi ke sirkus.

    Sebagian karena itu, industri sirkus mengalami penurunan jumlah penonton dan, pada gilirannya, penurunan pemasukan dan laba. Terjadi juga peningkatan protes oleh kelompok pecinta binatang terhadap penggunaan binatang dalam sirkus. Ringling Bros, dan Barnum & Bailey sudah menciptakan standar, dan sirkus-sirkus pesaing yang lebih kecil hanya mengekor dengan skala lebih kecil. Dari perspektif strategi berbasiskan kompetisi, industri sirkus tampak tidak menarik.

    Aspek menarik lainnya dari keberhasilan Cirque du Soleil adalah ia tidak menuai hasil dengan cara mengambil konsumen dari industri sirkus yang sudah menyusut, yang secara tradisional membidik anak-anak. Cirqu du Soleil tidak bersaing dengan Ringling Bros, dan Barnum & Bailey. Sebaliknya, ia menciptakan ruang pasar baru tanpa persaingan yang menjadikan kompetisi tidak relevan. Cirque du Soleil mampu merangkul kelompok pelanggan baru; orang dewasa dan pelanggan korporat yang bersedia membayar harga beberapa kali lipat lebih mahal dibandingkan sirkus biasa demi merasakan sensasi pengalaman hiburan yang tidak pernah ada sebelumnya. Penting diingat adalah bahwa salah satu dari produksi pertama Cirque diberi judul “Kami Mencipta Ulang Sirkus” (We Reinvent the Circus).

    Ruang Pasar Baru

    Cirque du Soleil berhasil karena ia menyadari bahwa untuk berjaya di masa depan, perusahaan harus berhenti bersaing satu sama lain. Satu-satunya cara memenangi kompetisi adalah berhenti berusaha memenangi kompetisi.

    Untuk memahami apa yang telah dicapai Cirque du Soleil, bayangkanlah sebuah pasar yang terdiri atas dua samudra: samudra merah dan samudra biru. Samudra merah merupakan semua industri yang ada saat ini. Ini adalah ruang pasar yang sudah dikenal. Samudra biru menandakan industri-industri yang belum ada sekarang. Ini adalah ruang pasar yang tidak dikenal.

    Dalam samudra merah, batasan-batasan dalam industri telah didefinisikan dan diterima, dan aturan-aturan persaingan sudah diketahui. Di sini, perusahaan mengalahkan lawan mereka demi mendapatkan pangsa permintaan yang lebih besar. Ketika ruang pasar semakin sesak, prospek akan laba dan pertumbuhan pun berkurang. Produk menjadi komoditas dan kompetisi jor-joran mengubah samudra merah menjadi samudra penuh darah.

    Sebaliknya, samudra biru ditandai oleh ruang pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan, dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. Meskipun sejumlah samudra biru diciptakan benar-benar di luar industri yang sudah ada, kebanyakan dibuat dari dalam samudra merah dengan cara memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada, sebagaimana dilakukan oleh Cirque du Soleil. Dalam samudra biru, kompetisi itu tidak relevan karena aturan-aturan permainan baru akan dibentuk.

    Dalam sebuah studi tentang inisiatif bisnis di 108 perusahaan, secara kuantitatif dampak penciptaan samudra biru terhadap pertumbuhan pemasukan dan laba perusahaan seperti berikut:

    image

    Kerangka Kerja dan Alat Analisis Samudra Biru

    Kanvas Strategi : merupakan kerangka aksi sekaligus diagnosis untuk membangun strategi samudra biru yang baik. Kanvas strategi memiliki fungsi: merangkum situasi terkini dalam ruang pasar yang sudah dikenal. Hal ini memungkinkan Anda untuk memahami dimana kompetisi saat ini sedang tercurah, memahami faktor-faktor apa yang sedang dijadikan ajang kompetisi produk, jasa, dan pengiriman, serta memahami apa yang didapatkan konsumen dari penawaran kompetitif yang ada di pasar.

    Dalam menggambar kanvas strategi, perhatikan :

    • profil strategis suatu industri kemungkinan di masa depan
    • profil strategis kompetitor (Pioneer-Migrator-Settler)
    • profil strategis perusahaan

    image

    Kerangka Kerja 4 Langkah

    • Faktor apa saja yang harus dihapuskan dari faktor-faktor yang telah diterima begitu saja oleh industri ?
    • Faktor apa saja yang harus dikurangi hingga dibawah standar industri ?
    • Faktor apa saja yang harus ditingkatkan hingga diatas standar industri ?
    • Faktor apa saja yang belum pernah ditawarkan industri sehingga harus diciptakan ?

    image

    image

    Tiga ciri strategi yang baik:

    1. Fokus (Fokus pada gambaran besar, bukan pada angka)

    Setiap strategi hebat memiliki fokus, dan suatu profil strategis atau kurva nilai perusahaan harus dengan jelas menunjukkan fokus tersebut. Dari profil Southwest, kita bisa melihat seketika perusahaan maskapai ini hanya berfokus pada 3 faktor: pelayanan yang ramah, kecepatan, dan keberangkatan point to point (langsung dari kota ke kota) secara berkala. Dengan berfokus seperti ini, Southwest mampu bersaing dalam soal harga dengan transportasi mobil: Southwest tidak perlu melakukan investasi ekstra pada makanan, restorasi, dan pilihan kursi. Sebaliknya, para pesaing tradisional Southwest berinvestasi pada semua faktor kompetitif dalam industri penerbangan, sehingga menjadi semakin sulit bagi mereka untuk menyaingi harga Southwest. Dengan investasi yang demikian, perusahaan-perusahaan ini membiarkan agenda mereka ditentukan oleh langkah para pesaing mereka. Akibatnya adalah model bisnis yang mahal.

    2. Divergensi

    Ketika strategi suatu perusahaan dibentuk secara reaktif dalam usaha mengikuti irama kompetisi, strategi itu akan kehilangan keunikannya. Lihat saja kemiripan dalam makanan dan restorasi kelas bisnis. Karena itu, pada kanvas strategi, para pakar strategi yang reaktif cenderung memiliki profil strategis yang sama. Sebaliknya kurva nilai dari para pakar strategi samudra biru selalu menonjol. Dengan menerapkan 4 langkah: menghapus-mengurangi-meningkatkan-menciptakan, para pakar strategi ini membedakan profil mereka dari profil umum industri. Southwest misalnya, memelopori penerbangan point to point antara kota-kota berukuran sedang; sebelumnya, industri penerbangan beroperasi melalui sistem hub and spoke (menghubungkan antara ibukota negara sebagai hub dan kota-kota lain yang masih ada dinegara itu sebagai spoke).

    3. Moto yang memikat

    Sebuah strategi yang baik memiliki moto yang jelas dan memikat  contoh moto dari Southwest: “Kecepatan pesawat dengan harga mobil kapan pun Anda membutuhkannya.”

    Strategi Samudra Biru

    1. Mencermati industri-industri alternatif
    2. Mencermati kelompok-kelompok strategis dalam industri
    3. Mencermati rantai pembeli (pembeli, pengguna, pemberi pengaruh)
    4. Mencermati penawaran produk dan jasa pelengkap, contoh : ada bioskop yang menyediakan sekaligus jasa pengasuh bayi
    5. Mencermati daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli
    6. Mencermati waktu

    Menjangkau Melampau Permintaan Anda

    Ada 3 tingkatan non konsumen yang bisa diubah menjadi konsumen:

    1. Tingkatan pertama: calon atau non konsumen yang berada di tubir pasar Anda dan siap berpindah.
    2. Tingkatan kedua: non konsumen “penolak” yang secara sadar memilih untuk berada di luar pasar Anda
    3. Tingkatan ketiga: non konsumen “yang belum dijajaki” yang berada di pasar yang letaknya jauh dari pasar Anda.

    image

    Rangkaian Strategi Samudra Biru

    image

     
  • arifrohmadi 2:22 pm on December 15, 2013 Permalink | Balas
    Tags: mata najwa   

    Mata Najwa on Stage di UNS – Penebar Inspirasi 

    Mata Najwa on Stage kali ke-13 ini spesial dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada tanggal 14 Desember 2013 dengan narasumber yang inspiratif, beliau adalah Pak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta), Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI), Abraham Samad (Ketua KPK), dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah).

    BbSGvZiCcAATvvo

    995266_369703043176558_926000051_n

    Sebelum memasuki acara inti, dibuka dengan kalimat pengantar dari Mbak Najwa Shihab bersama 4 mahasiswa UNS:

    Selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa

    1. Tumpulan persoalan-persoalan negeri, membuat publik mudah frustrasi
    2. Jika kuasa hanya sekadar soal jabatan, yang justru jamak adalah jumlah persoalan
    3. Kepemimpinan jadi hal yang kering, berlalu tanpa jejak- jejak yang penting
    4. Birokrasi berjalan laksana robot, tanpa mewariskan suatu visi yang berbobot
    5. Di tengah sistem yang sarat korupsi, pada siapa kita bisa menggandakan mimpi?
    Inilah Mata Najwa, PENEBAR INSPIRASI

    Didahului pemutaran video berisikan fakta-fakta tentang pembicara yang cukup menggelitik. Diantaranya diketahui ternyata dulu semasa kecil pak abraham samad pernah mengambil 5 kapur tulis di sekolah dan didiamkan oleh gurunya. Hal itu ia lakukan karena sering melihat teman-temannya mengambil kapur tulis dan didiamkan oleh gurunya. Akhirnya suatu ketika pak abraham pun ikut-ikutan mengambil dan didiamkan pula oleh gurunya.

    sesampai di rumah, 5 kapur tulis itu ia letakkan di depan papan tulis. Ibunya yang melihat ada kapur di papan tulis geram dan menanyai abraham darimana ia dapatkan kapur itu. abraham menjawab ia mengambil kapur tulis itu di sekolah dan didiamkan oleh gurunya. Beliau pun kemudian dinasehati oleh ibunya, “Nak kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan hak kita meskipun itu bukan sesuatu yang berharga.” Keesokannya, Abraham diminta mengembalikan kapur itu ke sekolah..Hal tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pak abraham hingga menjadikan beliau sampai sekarang.

    Kalau Pak Anies Baswedan ternyata dulu suka gulat, Pak Jusuf Kalla dulunya pernah menjadi kasir, Pak Ganjar diam-diam penggemar Bob Marley, dan Pak Jokowi ternyata dulu menikah dengan Ibu Iriana dengan cincin seharga 24 ribu.

    151213-RIE-live-talkshow-mata-najwa-di-UNS-446x297

    Membahas seputar korupsi, Pak Anies menilai situasi bangsa terbilang suram. Namun, kita harus tahu meski sering melihat orang yang ditangkap akibat kasus korupsi, masih banyak orang yang berusaha memerangi korupsi. Sementara menurut Pak Abraham Samad, permasalahan korupsi disebabkan karena sifat keserakahan dan ketamakan. Keserakahan dan ketamakan ada karena sifat hedonisme dan pragmatisme manusia.

    Adapun menurut Pak Jokowi, masyarakat saat ini menantikan apa yang dikerjakan pemimpin. Untuk itu, dirinya mengajak para pemimpin untuk senantiasa dekat dengan rakyat. Menurut beliau, apabila pemimpin dekat dengan rakyat akan terbangun kedekatan yang bisa menjadi bahan acuan untuk program apa yang semestinya dikerjakan berdasarkan situasi yang ada di masyarakat.

    Pemimpin adalah seseorang yang harus bisa mempengaruhi orang lain dengan kebaikan serta memberikan contoh keteladanan, ujar Pak Jusuf Kalla. Pak Ganjar menambahkan masyarakat juga harus ikut terlibat dalam membangun bangsa ini. bukan hanya jadi penonton. Sebab jika hanya jadi penonton tak akan berujung apa-apa dan berakhir menjadi penggerutu saja.

     

    pic source: @MataNajwa

     
    • @IndraaaSyah 2:05 pm on Februari 27, 2014 Permalink | Balas

      Waahh, saya merasa tertolong dengan artikel anda yg ini gan.. Makasih ya udah buat artikel ini. ^^ *ijin copas yes?* hehehe

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal