Pembiayaan KPR di Bank Syariah

Prinsip syariah mengkategorikan pembiayaan menjadi 4:

1) Prinsip Syirkah/Bagi Hasil (Mudharabah, Musyarakah) dimana sesuai fatwa DSN MUI KPR skim yang cocok menggunakan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), nah kalo skim-nya maka nasabah memberi bagi hasil kepada bank, atas akad ini bagi hasil dapat berubah-ubah atau di bank konvensional biasa disebut floating, perubahan tingkat bagi hasil yang akan dibayarkan nasabah ke bank mengikuti tingkat fluktuasi porsi syirkah nasabah. Pada akad ini, yg jg menjadi key adalah di akhir periode bank berjanji menual seluruh porsinya dan nasabah berjanji untuk membeli seluruh porsi syirkah bank. And the end, rumah yang di KPR-kan sepenuhnya menjadi milik nasabah.

2) Prinsip Jual Beli (Murabahah, Salam, Istishna) sesuai fatwa DSN MUI sebenarnya 3 skim itu yakni Murabahah, Salam, Istishna dapat diterapkan. Namun secara bank wide national bank pada produk KPR sering menggunakan akad Murabahah. Akad Murabahah rumusnya Harga Beli + Margin = Harga Jual. Dalam skim ini, nasabah memberi margin (bukan bagi hasil). Harga beli adalah harga pokok pinjaman dan margin adalah keuntungan bank atas usaha penjualan produk KPR bank. Harga jual pada akad ini tidak boleh berubah selama masa pembiayaan. Inilah yang kalau di bank konvensional disebut cicilan flat. So, skim murabahah ini tidak ada risiko perubahan cicilan. Tetap sampai akhir pembiayaan. Pada skim ini rumah yang di KPR-kan selama masa pembiayaan menjadi jaminan di bank sampai lunas nanti.

3) Prinsip Sewa Menyewa (Ijarah Operating, Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT)), pada prinsip ini, sesuai fatwa DSN MUI maka untuk produk KPR yang pas adalah IMBT. skim ini mengharuskan nasabah membayar sewa kepada Bank. Kepemilikan sebelum sampai dengan lunas atas obyek KPR adalah Bank. Nasabah adalah orang yang menyewa. Di akhir masa akan lunas dari IMBT ini, nasabah membeli obyek sewa. Sehingga at the End, obyek KPR beralih kepemilikan menjadi milik nasabah. Inilah prinsip sewa.

4) Prinsip pinjaman kebajikan (Qardhul Hasan), ini adalah pembiayaan peminjaman murni tanpa bagi hasil, ataupun sewa. Biasanya dalam akad ini nasabah cuma membayar biaya administrasi. Atas akad ini sepemahaman saya sampai saat ini gak ada KPR bank manapun yang akadnya qardh.

~ Deni Agus Kristianto (CRM Bank Muamalat Pusat)

Iklan