Updates from Mei, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • arifrohmadi 5:20 pm on May 3, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    M-Ticketing : Improve The Quality of Movie Ticket Booking Service via Mobile 

    BACKGROUND

    The desire of community to obtain easy in performing daily activities encouraging rapid technological progress. Many technology aimed at providing desired ease, such as internet. The fact that can’t be denied this time is the fact almost anything can be obtained on the internet. With the progress of Internet technology allows one to obtain information and conduct transactions freely without being limited by space and time.

    However, this technology still not yet fully utilized. As one problem that quite simple but often occur in everyday of life is booking movie tickets. Many customers should be in line long enough to get tickets, sometimes even had to queue was not successfully to get tickets. Of course, it’s impact of losses due to time used to queue can be more effective by doing other things more useful. (Elidjen,2005)

    One alternatif to solving problems is to utilize internet more better via web at the office, in cafes, in school, at home or via WAP by using mobile handheld devices support. Customer can book tickets via online for showtimes at the movie theater anytime anywhere without having to wait in line, and also transactions can be done from anywhere and anytime.

    On previous research (conducted by Setia Budi, Maranatha Christian University), He have made an application that helps users in terms of booking movie tickets, but still less than optimal performance. After user confirm via mobile for booking movie ticket that they want through the application, they must go to the bank designated for transfer payments. Then transfer the evidence they later redeem the ticket when going to watch a movie.

    It is certainly less efficient, because the ticket buyer still had to go to the bank for payment. Yet in his own bank queues sometimes still occur. Not to mention it, later when the exchange tickets at the movie theater, they sometimes have to wait in line again.

    (More …)

     
  • arifrohmadi 6:51 am on April 26, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa dengan Fun English 

    Banyak siswa sekolah SD, SMP, dan SMA yang sering mengeluh sulit dalam memahami pelajaran bahasa inggris. Apa penyebabnya ?, penyebabnya tidak lain adalah Guru dalam memberikan pelajaran cenderung ke teoritis, sementara di praktis masih dirasa kurang.
    Dalam pengucapan saja misalnya, siswa sering bingung untuk membedakan pengucapan antara kata yang satu dengan kata yang lain, seperti membedakan kata “food” dengan “foot” atau kata “full” dengan “fool”.
    Untuk mengatasi kekurangan tersebut, perlu adanya program tambahan bagi siswa agar siswa lebih memahami dan enjoy dalam belajar bahasa inggris. Penulis menyebut program ini sebagai Fun English. Konsep dari program ini adalah guru memberikan jam tambahan khusus untuk penguasaan pengucapan (Pronounciation).

    (More …)

     
  • arifrohmadi 10:02 pm on April 25, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Migrate to Linux OS 

    linuxBosan berurusan dengan virus ?, komputer sering hang ataupun sering bermasalah ?, menggunakan linux OS merupakan salah satu solusi yang cukup realistis. Linux merupakan OS free lisence (gratis) yang dapat didistribusikan secara bebas tanpa harus membayar lisensi.
    Dibandingkan dengan OS windows, linux memiliki beberapa kelebihan yang tak kalah hebat. Bila kita menggunakan OS windows, seringkali kita mengalami eror ditengah kerja, ataupun sering terkena virus sehingga kita harus install ulang jika benar-benar tidak dapat diperbaiki. Belum lagi biaya untuk pembelian lisensi windows yang tergolong cukup mahal.

    Dengan adanya linux, tentunya sangat membantu sekali. Di linux penyebaran virus belum sebrutal seperti di OS windows. Sebab tidak semua program .exe dapat berjalan di linux. Disamping itu pengguna linux juga masih tergolong sedikit.

    (More …)

     
  • arifrohmadi 12:31 pm on April 25, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Pemberdayaan Desa Pintar sebagai Sarana Peningkatan Kualitas Penduduk Desa 

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat menuntut kita agar terus mengupdate informasi bila tidak mau ketinggalan informasi baru. Internet sebagai media yang berperan besar dalam arus informasi ini, merupakan sarana yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

    Memang tidak semua yang ada di internet itu baik, tetapi bila kita dapat menggunakannya secara arif maka kita akan dapat berkembang dan dapat dengan cepat memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk pengembangan usaha maupun menciptakan suatu hal baru yang dapat berguna bagi masyarakat luas.

    Namun, di Indonesia pemanfaatan internet tersebut masih kurang optimal. Hanya daerah perkotaan saja yang telah memanfaatkannya dengan baik. Sementara di wilayah pedesaan masih jarang yang menggunakan internet. Padahal penduduk desa seringkali mempunyai potensi yang tinggi dalam inovasi. Oleh karena itu diperlukan adanya program penyuluhan dan pemberdayaan Desa Pintar (Desa Punya Internet) mengingat pentingnya teknologi tersebut. Terlebih lagi dengan mulainya AFTA di tahun 2010 ini yang menyebabkan barang-barang yang datang dari luar negeri tidak lagi dikenakan bea cukai.

    (More …)

     
  • arifrohmadi 7:49 am on April 25, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Crim, Solusi Menghitung Tepat Dengan Berpikir Mandiri 

    Seringkali kita mengalami kesulitan dalam menghitung beberapa operasi bilangan. Misalnya menjumlahkan banyak bilangan, sering kita mengalami kesulitan. Hal tersebut sebenarnya dapat diatasi kalau kita mau berpikir tidak seperti biasa.

    Crim (Creative Methods), demikian istilah ini penulis gunakan untuk menyebut cara berpikir yang tidak seperti biasa dalam operasi perhitungan. Inti dari metode ini adalah kita mencoba membebaskan pikiran kita dalam berhitung, tanpa perlu terikat dengan aturan-aturan yang ada. Sehingga kita menjadi kreatif dan dapat menciptakan metode-metode baru dalam berhitung dengan lebih cepat dan hasil yang tepat.

    Sebagai contoh bila biasanya kita menggunakan metode menghitung dari kanan ke kiri, maka coba ubah kebiasaan itu dengan mulai beralih menghitung dari kiri ke kanan. Seperti berikut ini :

    12+13=20+5=25

    Hasilnya sama seperti kita menghitung dari kanan ke kiri, tetapi cara berpikir terbalik tersebut justru akan memudahkan kita dalam mengingat. Sehingga jika kita sudah terbiasa dengan cara berpikir seperti itu, kita akan dapat menghitung lebih cepat bahkan tanpa menggunakan alat bantu kalkulator maupun menuliskannya terlebih dahulu.

    Contoh lain pada kuadrat bilangan 2 digit berkelipatan 5, ada cara yang mudah :

    (35)2 = digit kiri*(digit kiri+1) digabung 52 = 3*(3+1) digabung 25 = 1225

    Dalam menghitung banyak deret bilangan, kita juga tak perlu terpaku pada rumus yang ada. Cukup dengan sedikit berpikir kreatif kita dapat menyelesaikannya.

    (More …)

     
  • arifrohmadi 3:05 pm on April 23, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    FLASHDISC Studio Mulitimedia dengan Sistem Mudharabah sebagai Industri Kreatif,Lahan Pemberdayaan Komunitas dalam Wirausaha 

    Produk-produk multimedia dan desain grafis saat ini semakin banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini terjadi seiring makin berkembangnya teknologi digital dan IT di Indonesia. Saat pelaksanaan kampanye politik beberapa waktu yang lalu pun produk digital seperti spanduk, baliho, pamflet, video iklan dan sejenisnya terlihat memenuhi pemandangan sekitar kita. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya usaha yang bergerak dalam bidang multimedia saat ini menjadi usaha yang berkembang sangat pesat layaknya jamur yang tumbuh di musim hujan.
    Di Surakarta (Solo) usaha multimedia dan desain grafis juga relatif banyak, terlebih lagi di sekitar instansi pendidikan seperti kampus dan sekolah-sekolah. Namun faktanya banyak usaha tersebut yang beroperasi secara parsial (berjalan sendiri-sendiri), misalnya hanya melayani digital printing saja, tetapi tidak melayani video shooting dan editing, atau hanya melayani sablon dan distro, konveksi, bimbingan umum atau privat saja. Belum ada satu usaha yang melayani semuanya. Kalaupun ada tentunya akan butuh modal dan tenaga yang sangat banyak untuk mendirikannya. Tidak jarang pada satu area, terutama sekitar kampus, ada lebih dari satu usaha serupa sehingga timbul persaingan yang kadang tidak sehat. Hal inilah yang membuat para wirausahawan pemula termasuk mahasiswa tidak berani mengambil keputusan mendirikan usaha yang besar seperti ini. Beberapa kekurangan yang lain adalah kebanyakan usaha demikian sistem operasi mereka masih terbatas pada pesanan (order), masih sedikit usaha seperti ini yang menawarkan produk (dalam istilah lain mensuplai) secara rutin ke masyarakat atau distributor. Padahal sebenarnya langkah seperti ini merupakan salah satu strategi marketing yang bagus untuk memperkenalkan keunggulan produk, menunjukkan eksistensi dan juga memperkuat kredibilitas perusahaan di mata masyarakat.
    (More …)

     
  • arifrohmadi 6:56 am on April 23, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Penerapan Destination Management System (DMS) sebagai Media Sosialisasi Wanawisata Berbasis IT di Desa Segoro Gunung 

    Pariwisata merupakan salah salah satu sektor vital yang dimiliki oleh suatu negara. Berdasarkan data yang dikutip dari WTO , pada tahun 2000 wisatawan manca negara (wisman) internasional mencapai jumlah 698 juta orang yang mampu menciptakan pendapatan sebesar USD 476 milyar. Pertumbuhan jumlah wisatawan pada dekade 90-an sebesar 4,2 %, sementara pertumbuhan penerimaan dari wisman sebesar 7,3 persen, bahkan di 28 negara pendapatan tumbuh 15 pesen per tahun.
    Sedangkan jumlah wisatawan dalam negeri di masing-masing negara jumlahnya lebih besar lagi dan kelompok ini merupakan penggerak utama dari perekonomian nasional. sebagai gambaran di Indonesia jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2000 adalah sebesar 134 juta dengan pengeluaran sebesar Rp. 7,7 triliun. Jumlah ini akan makin meningkat dengan adanya kemudahan untuk mengakses suatu daerah. Atas dasar angka-angka tersebut maka sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat penting bagi suatu negara.
    (More …)

     
  • arifrohmadi 5:04 am on April 23, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Kamus Digital Indonesia-Jawa sebagai Sarana Mempermudah Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Surakarta 

    Kebiasaan masyarakat Jawa menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari kini mulai luntur. Anak-anak tidak lagi mau berbahasa Krama dengan orang tuanya atau dengan orang lain yang lebih tua sebagai rasa hormat (Wahab,2001). Bahkan penggunaan bahasa Indonesia lebih dominan dalam komunikasi formal maupun informal.
    Masyarakat Jawa seharusnya menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup bahasa Jawa di komunitasnya sendiri. Namun yang terjadi justru sebaliknya, sekarang ini para kaum muda di pulau Jawa, khususnya mereka yang masih menginjak usia sekolah hampir sebagian besar tidak menguasai bahasa Jawa (Wiranegara,2008).
    Melihat keadaan tersebut generasi muda sering dipandang sebagai biang keladi merosotnya mutu pemakaian bahasa Jawa terutama dalam pemakaian tingkat tutur yang dikenal sebagai unggah-ungguh. Padahal penyebab kemerosotan ini tidak mutlak dipengaruhi oleh perilaku generasi muda saja, tetapi generasi sebelumnya (generasi tua) juga ikut andil dalam kasus ini. Sebuah penelitian yang berjudul Model Pelestarian dan Pengembangan Kemampuan Berbahasa Jawa Krama di Kalangan Generasi Muda (Subroto, 2007) membuktikan adanya kecurigaan tersebut.
    Walaupun kecurigaan tersebut telah dibuktikan, sepertinya memang benar generasi muda merupakan obyek yang dapat dinilai/dilihat dan juga dibina karena mereka banyak dituntut untuk berbahasa lebih baik daripada generasi yang lebih tua. Bahkan sampai sekarang, generasi muda masih sering dipandang sebagai tolak ukur dan obyek penggunaan bahasa Jawa. Akhirnya para pelajar SD, SMP, dan SMA yang dianggap mencakup seluruh generasi muda dan calon generasi penerus ini dijadikan obyek tolak ukur penggunaan bahasa Jawa tersebut. Dan pada akhirnya saat ini banyak dari SD, SMP dan SMA di Jawa Tengah, terutama Surakarta dan DIY memberlakukan bahasa Jawa sebagai mata pelajaran yang harus diajarkan.
    (More …)

     
  • arifrohmadi 11:15 pm on April 22, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    PENAMBAHAN METODE PENGAMANAN AUTHENTICATION UNTUK MENGURANGI RISIKO PEMBOBOLAN KARTU ATM BANK DI INDONESIA 

    Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat telah memberi dampak berbagai segi kehidupan tak terkecuali di bidang sistem pembayaran. Mulai tahun 2006 yang lalu, ATM telah menjadi kebutuhan vital masyarakat dalam bertransaksi. Frekuensi masyarakat menggunakan ATM rata-rata lima kali dalam sebulan per nasabah. Total jumlah transaksi menggunakan ATM mencapai 95 juta transaksi per bulan (intra dan antarbank). (Ibrahimsyah, 2008)
    Banyaknya pengguna kartu ATM memicu para pelaku tindak kejahatan melakukan aksinya. Penggunaan teknologi magnetic stripe yang saat ini umumnya digunakan pada alat pembayaran menggunakan kartu dinilai sudah semakin rawan terhadap berbagai modus operasi kejahatan, karena sangat mudah untuk dicopy dan kemudian digandakan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kasus pembobolan kartu ATM Bank yang terjadi pada pertengahan bulan januari 2010. Kasus pembobolan kartu ATM yang terjadi pada bank BCA, Mandiri, BNI, BRI, BII, dan Bank Permata ini mengakibatkan kerugian lebih dari 5 miliar rupiah (Qomariyah, 2010)
    Oleh karena itu, untuk meningkatkan keamanan kartu ATM tersebut, perlu dilakukan perubahan-perubahan, seperti melakukan migrasi kartu dari teknologi magnetic stripe ke teknologi berbasis chip. Dengan menerapkan teknologi chip, data yang tersimpan didalam kartu lebih aman, karena telah dienkripsi. Disamping itu perlu juga dikembangkan PIN dengan panjang kode lebih dari 4 digit. Semakin panjang kode PIN, tentu akan semakin sulit pula untuk dibobol. Penggantian PIN secara berkala oleh nasabah pun akan semakin mempertinggi tingkat keamanan. Ditambah lagi dengan penggunaan sistem fingerprint pada mesin ATM, maka transaksi memakai kartu akan semakin terjaga keamanannya.
    Apabila perubahan-perubahan tersebut dilakukan, maka risiko pembobolan kartu ATM bank dapat dipastikan akan turun drastis. Sebab untuk melakukan pembobolan semakin sulit.

    gambaran model mesin ATM dengan fingerprint :

    atm

    Untuk versi pdf bisa download disini

    author : arif, denis, diyah

    research on the blog

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal