Updates from Februari, 2013 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • arifrohmadi 7:47 am on February 22, 2013 Permalink | Balas  

    Kiat – Kiat Skripsi Cepat Kelar 

    Kiat-Kiat Skripsi Cepat Kelar khususnya Jurusan Informatika

    1. Tingkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT dan perbanyak amalan-amalan lainnya seperti: sholat malam, sedekah, dll.

    2. Berdoa secara rutin agar diberi kemudahan dalam pengerjaan skripsi dan berdoa biar bisa ikut wisuda pada periode ……

    (tentukan target wisuda),

    Kalo masih merasa kurang, minta juga didoakan orang tua kita, and kita doakan juga teman-teman seperjuangan skripsi kita agar ikut segera kelar skripsinya 🙂

    3. Tentukan tujuan kalian mengerjakan skripsi: apakah ingin membuat sesuatu yang simple supaya cepat lulus ?, ingin membuat sesuatu yang spektakuler ?, membuat sesuatu yang sudah kalian kuasai ilmunya ?, atau membuat sesuatu yang sama sekali belum kalian kuasai karena tertarik dan ingin mempelajarinya ?, PUTUSKAN !!!

    4. Review beberapa jurnal dan tentukan studi kasus yang ingin kalian buat penelitian skripsi. Lalu cari satu dosen yang nanti akan jadi pembimbing 1 kalian sampai skripsi selesai. Konsultasikan apa yang ingin kalian buat. BIla benar-benar blank, bisa juga minta ide ke mereka. Ada beberapa tipe penelitian menurut versi saya:

    a. Research with Dosen Master: Penelitian dengan dosen yang sudah ahli.

    Cari dosen yang benar-benar kompeten terhadap topik yang kalian teliti dan memahami gambaran besar skripsi yang akan kita kerjakan baik masalah metode, kompleksitas pengerjaan,dll. Jadi, ketika nanti kita mengalami kesulitan dapat meminta masukan, saran, maupun solusi atas permasalahan yang kita hadapi.

    b. Research with People Master: Penelitian dengan orang yang sudah ahli dibidangnya.

    Bila di jurusan belum ada dosen yang paham secara mendalam tentang topik skripsi yang kalian ambil, carilah orang yang master di topik tersebut dan kelak bisa dimintai bimbingannya. Untuk kasus tipe ini, dosen pembimbing kalian bebas menentukan yang penting enak diajak konsultasi dan fleksibel.

    c. Research just by Reference: Penelitian dengan mengandalkan referensi internet dan buku serta kemampuan diri sendiri.

    Bila kalian adalah tipe orang yang tekun, pekerja keras, dan pantang menyerah. Maka baik ada maupun tidak ada dosen/orang yang benar-benar paham topik penelitian kalian, kalian dapat belajar sendiri dengan mencari berbagai referensi via internet, buku, dan referensi lainnya. Keuntungan: bila banyak dosen penguji yang tidak terlalu paham materi penelitian kita, kita dapat dengan mudah menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan asal kita benar-benar paham penelitian kita. Kerugian: jangan pernah coba-coba jenis penelitian ini bila bukan tipe orang yang tekun, pekerja keras, dan pantang menyerah, karena kemungkinan kalian akan frustasi di tengah jalan, menelantarkan skripsi, dan akhirnya tidak tahu entah kapan skripsi tersebut akan selesai.

    5. Setelah topik penelitian disetujui calon dosen pembimbing 1. Buat Jadwal pelaksanaan penelitian kalian dari awal (requirement, proposal skripsi) sampai selesai penelitian (sidang skripsi). Buatlah jadwal tersebut bukan berdasarkan pada keinginan agar santai mengerjakan tetapi buatlah sesuai dengan yang benar-benar kalian inginkan (sesuai hati nurani) KAPAN PENELITIAN KALIAN INGIN SELESAI!!, lalu tepati dan jalankan jadwal yang sudah kalian buat.

    6. Agar berjalan sesuai jadwal, buat monitoring harian. Rencanakan per-hari waktu untuk mengerjakan skripsi berapa jam ? Misal 2 jam per hari, penuhi ketentuan tersebut. Dan yang paling penting ketika mengerjakan skripsi (SKRIPSI TIME) jangan sambil facebookan, twitteran, dll, JUST FOCUS TO SKRIPSI, sebosan apapun kondisinya. Ketika dipaksa, beberapa hari kemudian rasa bosan itu akan hilang dengan sendirinya dan berganti dengan semangat untuk segera menyelesaikan skripsi.

    Contoh lain: misal kita ingin fokus skripsi 4 jam sehari. Itu dapat dipecah 1 jam pagi, 1 jam siang, 1 jam sore, dan 1 jam malam. Diluar 4 jam tersebut bisa digunakan untuk aktivitas lain.

    7. Sebelum mendaftar seminar proposal skripsi:

    a. Bila penelitian memerlukan data-data untuk penunjang penelitian seperti data pendapatan suatu penduduk, data penjualan tahunan suatu produk, data beasiswa mahasiswa, dll, dapatkan terlebih dahulu data-data tersebut. Bila data berupa kuesioner, sebarlah kuesioner pra-penelitian ke beberapa orang (missal 10 atau 20 orang).

    b. Bila penelitian terkait pembuatan sistem informasi atau aplikasi dengan metode tertentu, simulasikanlah metode tersebut dengan menuliskannya di kertas, lewat bantuan aplikasi excel, software pengolah data seperti SPSS, atau alat bantu lainnya. Sehingga kalian sudah mengetahui hasil akhir secara kasar penggunaan metode tersebut, dan kelak ketika diimplementasikan ke aplikasi, kalian tidak bingung lagi soal metode.

    c. Bila penelitian terkait penggunaan peralatan tertentu, pastikan kelak kalian dapat menggunakan peralatan tersebut, entah dengan memebeli sendiri, meminjam, atau ikut magang di suatu instansi.

    Bila sudah fix dan disetujui calon pembimbing I untuk maju seminar proposal, daftarkan proposal penelitian untuk seminar proposal.

    Nb: biasanya kalo sudah disetujui calon dosen pembimbing I untuk seminar proposal, usai seminar proposal tidak akan terlalu banyak perubahan.

    8. Usai seminar proposal, kerjakan skripsi sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

    9. Usahakan untuk konsultasi bimbingan ke dosen pembimbing I minimal seminggu sekali, dan maksimal 2 minggu sekali, apapun progressnya.

    10. Bila diminta revisi dosen macem-macem, terlalu kebanyakan atau ada yang mungkin tidak sanggup kamu kerjakan (nb: dengan catatan sudah usaha maksimal dan tetap tidak bisa), diskusikan. Diskusikan mana yang masih perlu dikerjakan, dan mana yang tidak. Bila dosen tetap ngeyel, berikan bukti berupa jurnal, hasil penelitian, atau hasil percobaan sendiri yang menguatkan kamu untuk tidak revisi pada sesuatu yang kamu anggap tidak perlu atau tidak mampu dikerjakan.

    11. Buat daftar pantauan bimbingan. Tuliskan tanggal dan hal yang dibahas sewaktu bimbingan. Sehingga ketika maju bimbingan lagi dan yang dikatakan dosen berubah-ubah tidak sesuai bimbingan sebelumnya, kamu dapat menunjukkan buktinya dengan menyodorkan daftar pantauan bimbingan tersebut. Daftar pantauan bimbingan tersebut juga berfungsi untuk mengingatkan revisi-an apa saja yang diminta dosen terkait.

    12. Bila kalian bukan tipe orang yang mudah memotivasi diri sendiri, berkumpulah dengan teman-teman seperjuangan yang semangat berjuang menyelesaikan skripsi. Biasanya motiv-nya sama (lulus wisuda untuk peride tertentu, misal: Maret 2013). Berkumpul tidak harus setiap hari, seringkali ketika konsultasi bimbingan ke dosen, kita akan bertemu dengan teman-teman yang juga konsultasi. Kita jadi saling tahu teman-teman akan seminar hasil skripsi kapan, akan sidang skripsi kapan, bisa tanya dosen ada di kampus kapan, dan saling bisa tanya terkait revisi-an yang biasa diberikan oleh dosen tertentu.

    Ketika kita tahu teman seperjuangan kita ada yang akan seminar hasil, atau sidang skripsi, TRUST ME itu akan memacu kita untuk segera menyusul juga, sehingga bisa bareng-bareng seminar hasil, bisa bareng-bareng sidang skripsi, bisa bareng-bareng wisuda J. Begitu juga sebaliknya ketika kita sering bersama dengan teman-teman yang kurang semangat/santai dalam pengerjaan skripsi, kita juga akan ikut-ikutan santai karena punya motiv- “Tuh temenku aja pada belum maju, jadi gue juga belum maju itu wajar”, atau “Tuh temenku aja belum maju seminar proposal, gue kan udah seminar proposal jadi belum seminar hasil skripsi itu wajar” -IT’S BAD IDEA.

    13. Terkadang penelitian skripsi yang diawal sederhana akan menjadi kompleks seiring perjalanan bimbingan, dan yang kompleks bisa jadi lebih kompleks lagi (karena sudah bukan 1 kepala lagi, melainkan beberapa kepala). Disinilah negosiasi dan konsistensi kita untuk rutin bimbingan diperlukan. Bila kita sering konsultasi pada dosen, mereka akan salut juga pada usaha & kerja keras kita, dan juga tidak lupa tentang penelitian kita, sehingga mudah untuk mengkomunikasikan.

    14. Cicil persyaratan wisuda yang sudah bisa dicicil.

    15. Finally, konsisten GIVE THE BEST, PRAY THE BEST, pegang prinsip KEJUJURAN dan serahkan semuanya (TAWAKAL) kepada Allah SWT 🙂

     
  • arifrohmadi 2:22 pm on February 19, 2013 Permalink | Balas  

    Yes You Can! 

    Aulia Halimatussadiah (Ollie), di usia 20-an dia telah menjadi penulis lebih dari 20 buku, memiliki beberapa lini bisnis di bidang teknologi, aktif di berbagai komunitas, menjadi pembicara di berbagai event, dan memiliki label fashion sendiri Salsabeela.

    Apa rahasia dibalik semua pencapaian itu ?

    1. Mindset Sukses
    Menurut Ollie, sukses adalah ketika kita sudah bisa memberi dan berbagi ke lebih banyak orang. Saat bisnis atau apapun yang kita kerjakan bisa memberikan benefit atau manfaat ke sebanyak mungkin orang. Salah satu faktor penting untuk percepatan sukses adalah teknologi.
    Lalu apa faktor penghambat sukses itu ?, biasanya datang dari diri sendiri seperti rasa tidak percaya diri atau cepat putus asa.

    2. Plan, Schedule, Execute
    Setiap kali akan menulis buku, kak Ollie selalu punya draf outline (rencana penulisan) dari bab pembuka sampai penutup, semua sudah disiapkan di awal. Kemudian membuat deadline kapan ingin menyelesaikan buku tersebut –> misal ingin menulis 100 halaman buku dalam 30 hari, maka minimal menulis 3 halaman per hari. Terakhir bila sudah sampai batas waktu, kak Ollie akan menyelesaikan tulisan itu, dan tanpa ragu mengirimkannya ke editor meski mungkin masih banyak kekurangan. Prinsip: “Perfection is a Journey”

    3. Focused on What Really Mattered
    Tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting, Focus on what’s important. Ketahui tujuan hidup Anda, apa yang harus Anda lakukan di dunia ini. Jika ada “pengganggu” dan gangguan itu tidak membangun jalan menuju tujuan Anda, then you can simply ignore it.

    4. Positive Thinking
    Stay positive, pikir dua kali sebelum mengeluh atau marah. Bekerja, bukan mengeluh. Punya passion, semangat, dan visi untuk maju.

    5. Menciptakan Kesempatan
    Pertama membuat bank ide. Ide-ide apa yang bisa dikembangkan menjadi kesempatan bisnis yang bagus. Kemudian ambil 3 ide terbaik dari daftar ide itu. Dari masing-masing ide, tentukan langkah awal apa yang ingin dilakukan. Langkah awal dapat bicara dengan orang yang punya ide serupa,atau pakar dari ide yang sedang kita pikirkan.
    Menciptakan kesempatan itu addictive, sekali berhasil maka Anda akan melakukan lagi dan lagi dengan mudah.

    6. It’s Not about The Money
    Saat ini kita bekerja hanya mengejar materi, pada suatu waktu, materi itu tidak akan terasa terlalu berharga. Sebanyak-banyaknya uang kita, berapa rumah yang kita butuhkan ? Berapa baju dan sepatu yang bisa kita pakai ? Uang penting, terutama untuk berbagi dengan sesama, tetapi bukan yang paling penting.
    Dari awal memulai bisnis, Kak Ollie dan teman-temannya selalu berusaha membuat bisnis yang “memecahkan masalah” dan memberi solusi, khususnya pada hal-hal yang merupakan passion mereka.

    7. Start Now
    It’s very clear that the gate to success is simply starting. Even with small simple step.

    8. About Self Confidence
    Dulunya kak Ollie itu pemalu, tetapi sekarang sudah berubah. Mengapa bisa begitu ?, karena proses. Pertama kita harus berada di lingkungan yang positif dan mengapresiasi kemampuan kita, hal ini dapat dilakukan dengan bergabung di komunitas yang sesuai minat kita. Kedua Practice, dengan practice dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri. Ketiga Push Your Limit, sehingga kita bisa tahu batas kemampuan kita. Keempat, Act nothing to lose, jadi semisal kita takut tulisan kita “not good enough”, belajarlah untuk menulis “jelek” setiap hari secara rutin, di sebuah blog yang dapat dilihat banyak orang, Just write. Dengan terbiasa menulis ringan setiap harinya, kita juga akan melihat, tidak ada satu orang pun yang sengaja berkomentar di post Anda dan menulis “Jelek sekali tulisannya!”.

    9. Beat Writer’s Block
    Salah satu hal yang dapat menghentikan profesionalisme seseorang adalah masalah pribadi. Ketika kita memiliki masalah pribadi yang cukup besar, maka akan mengganggu produktivitas kita. Dan ketika kondisi kita stabil maka produktivitas dapat kembali normal. Salah satu solusinya adalah Always open your eyes, heart, mind, and soul. Write when inspired, write to inspire.

    10. Moslemorphosis: Think, Act, Change
    Ambil pengalaman terbaik, Say yes to opportunities, tulis apa saja yang ingin Anda capai 5 tahun kedepan, miliki teman dan mentor yang memiliki visi yang sama, networking and small talk, Lihat peluang+action.

    11. Efisiensi
    Tahu SocialScope ?, SocialScope adalah aplikasi di Blackberry dan Android yang menggabungkan beberapa social network terutama twitter dan facebook. Ternyata sebuah startup dengan jutaan user ini dikelola oleh “hanya” 5 orang. Sangat efisien bila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lokal kita yang cenderung “bangga” dengan semakin banyak karyawan.

    12. Sukses != sedikit tidur
    Setelah melakukan riset kecil-kecilan, ternyata dalam sehari tidur kak Ollie sekitar 6-10 jam. Itu termasuk normal bahkan sedikit berlebih :). Kak Ollie lebih suka memanage energinya, ketika pagi sewaktu masih fresh digunakan untuk menulis, membuat konsep, membuat slide presentasi, dan pekerjaan lainnya yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi. Siang harinya digunakan untuk kerja operasional harian seperti membaca dan menjawab ratusan email, sedangkan malam hari ketika lelah digunakan untuk membaca (buku, twit, atau feed) dan untuk mempelajari hal-hal baru.

    13. Showing Your Passion
    Tunjukkan Passion Anda lewat social media, blog, dan media lainnya. Ketika orang lain mengetahui apa passion Anda, maka mereka akan mudah ketika ingin melakukan kerjasama, memberi hadiah, atau membeli produk Anda.

    14. Respect Other People’s Time
    Menghargai orang lain mudah saja, berbusana sesuai dengan proporsi dan tepat waktu saat menemuinya. Waktu orang lain sangat berharga, dan perlu kita hargai. Oleh karena itu berusahalah tepat waktu. Apabila terlambat, usahakan memberi tahu agar yang menunggu tahu bahwa Anda akan terlambat dan dia bisa melakukan hal lain sebelum Anda datang.
    Hal-hal yang sepertinya remeh ini sebenarnya akan mengukur kualitas kehidupan Anda sendiri. Jika Anda tidak bisa disiplin dengan waktu untuk hal seperti janjian saja, bagaimana dengan prioritas lain dalam hidup ? Apakah Anda tepat waktu saat lulus kuliah ? Tepat waktu menyelesaikan buku yang dari dulu ingin Anda tulis ? Dan banyak hal penting lain yang berhubungan dengan waktu.
    Do yourself a favor: be on time.

    15. Using English
    Pada pertengahan tahun 2010, seorang wartawan Italia bernama Leonardo Ferri melakukan video interview dengan kak Ollie. Wartawan tersebut ingin memperlihatkan pada dunia bahwa wanita di Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, bisa beraktivitas dengan aktif dan bebas. Kak Ollie terkejut dan bertanya kepadanya apakah selama ini dia tidak tahu bahwa wanita Indonesia bebas beraktivitas ?
    Leonardo menggeleng dan bilang bahwa ia pikir perempuan Indonesia sama terbatas ruang geraknya seperti di Arab, “Karena kami tidak tahu apa yang terjadi disini. Rata-rata blog dan twit orang Indonesia ditulis dalam bahasa Indonesia. Saya saja menemukan kamu dari blog JakartaDailyPhoto.com yang berbahasa Inggris.”
    Kak Ollie tertegun. Benar juga. Keluhan yang sama sering saya dengar dari teman-teman dekat di Industri Startup di Singapura. Yang ketika saya suruh main ke blog saya, mereka berkata, “Better in English!” karena mereka tidak bisa membaca rata-rata blog kita yang berbahasa Indonesia. Sejak saat itu kak Ollie mulai ngetwit dan ngeblog dalam bahasa Inggris.

    16. You Can Do Everything
    Petuah dari Ayah Naseem Nahid (Naseem Nahid merupakan pemain perkusi kelompok musik Debu): “Kita bisa melakukan apa saja.”
    ”Naseem, jangan sampai kamu menjadi bosan. Bosan artinya tidak mensyukuri banyaknya karunia hidup yang diberikan oleh Allah.”

    17. You Can Make a Difference
    Suara dan tindakan kita, sekecil apapun, matters

    18. Best at Everything
    Cara kita menyelesaikan sebuah permasalahan itu bisa dilihat dari satu aspek dan itulah yang mewakili cara kita mengatasi permasalahan hidup. Contoh banyak teman-teman yang ingin sekali menulis, tetapi tidak pernah bisa menyelesaikan tulisannya. Sebenarnya bukan tidak bisa, tetapi malas berusaha. Tidak mau mengeluarkan usaha terbaiknya, tidak mau push their limit, cepat menyerah, tidak punya cukup motivasi dan visi untuk menyelesaikan tulisannya. Dari sini saja, kita bisa menilai core-value-nya, bagaimana ia mengatasi permasalahan hidup lainnya.
    “If you know the core values, you can do best at everything” – Emma Alliudin.

    You can be the best at everything, if you strive to be the best.

    19. Create Your Own Luck
    Just Action.

    20. Life is (the art of) Waiting
    Di ruang tunggu bandara, tidak ada yang terburu-buru. Penumpang tenang menunggu karena memang sudah ada waktunya masing-masing untuk terbang, sesuai dengan tiket. Hidup juga seperti itu, semua sudah ada waktunya. Sabarlah dalam penantian. Entah itu masalah mencari pekerjaan, jodoh, dan lain-nya. Yang penting kita sudah berusaha mendapatkan boarding pass. Percayalah, dengan boarding pass itu, kita pasti “terbang”.

    21. One by One
    Life is simple. We always see problems and it always looks big. But inside what we thought a big problem, looks there are small components, that can be fixed one by one and eventually fixed the entire problem – Diaz (a fashionable editor-in-chief Estetica).

    22. Enjoy the Day
    Worries make you forget that you’re here to have fun. If you always worry, you’ll ended up sitting there feeling miserable about everything. And before you know it, it’s already 6 PM, and your parents call you to come back home, and you wished that you could have more time to play and enjoy your time. But it’s dawn. You have to come back home. It’s too late.
    Think about it.

    23. Money Can’t Make You Happy
    Gabriel, tidak seperti kebanyakan orang jepang lainnya. Ia terlihat seperti anak 21 tahun, padahal umurnya 37 tahun. Rahasianya adalah being happy, katanya. Orang yang selalu tersenyum akan awet muda.
    Gab bercerita soal kondisi negaranya, Jepang. Orang-orang Jepang mungkin sangat beruntung dengan berbagai kenyamanan, mereka tidak pernah mati lampu, infrastruktur sangat memadai, transportasi umum on time dan nyaman, hidup mereka makmur secara umum terutama dibandingkan negara-negara berkembang. Namun, mereka tetap tidak bahagia. Mereka depresi dan khawatir akan hal-hal yang tak pasti di esok hari, seperti masalah resesi ekonomi. Adapun di negara seperti Indonesia, dimana banyak hal akan membuatmu frustasi, dan secara umum ekonomi menengah ke bawah, kita masih bisa tersenyum, tidur siang, dan membantu orang asing yang tersesat di jalanan dengan sepenuh hati, bahkan kalau perlu diantar sampai tempat tujuan. “Money can’t buy happiness.

    24. Happiness
    Being happy is not necessarily be number 1. Because number 1 is relative and a never ending journey.

    25. Bersama Mewujudkan Mimpi
    ”Sejatinya mayoritas keinginan itu berhasil kita capai. Kalau belum tercapai, mungkin gara-gara kita kurang yakin akan apa yang kita inginkan, ragu pada diri kita sendiri, kurang fokus, tidak detail, dan tidak ada ukuran keberhasilannya. Wajar saja kalau yang punya kuasa belum mengabulkannya. Dream will come true if you make it happen.” – Pak Hikmat Kurnia

    26. Bawa Senyum Saja
    Berawal dari memperhatikan beberapa orang sukses, seperti direktur, pengusaha, dan diplomat. Ada satu kesamaan meskipun profesinya berbeda. Mereka sama-sama punya smile face! Tersenyum setiap saat! Setiap kali selesai berbicara, mereka akan mengakhiri dengan senyuman.

    Referensi: Buku Yes You Can! – Ollie

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal