Updates from Oktober, 2013 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • arifrohmadi 11:16 pm on October 19, 2013 Permalink | Balas  

    Membangun UMKM Indonesia yang Berdaya Saing Global 

    Brosur Seminar

    Bagaimana membangun UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Indonesia yang berdaya saing global ?, Terasolo dan Komunitas Memberi menghadirkan beberapa pakar untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut

    Mbak Ayu Aryani – Owner Reina Café menghadapi persaingan global yang ada, dia membangun sebuah café yang lain daripada yang lain. Reina Café – café minuman herbal. Bila di café-café lain biasanya menyuguhkan minuman seperti kopi dan lainnya, Reina Café menyuguhkan aneka jamu. Jamu-nya pun berbeda dengan yang ada di pasaran, jamu yang disajikan di Reina Café ini rasanya lebih manis.

    Memiliki daya saing global tidak harus export, bisa dengan memaksimalkan pasar nasional terlebih dahulu. Untuk berdaya saing global, perlu menjadi berbeda. Salah satu untuk menjadi berbeda bisa dengan menonjolkan apa yang menjadi khas Indonesia.

    Pembicara kedua, Mas WahyuLiz owner AdaideAja Corp memberikan penjelasan tentang Tambal Brand (UKM Lokal Tampilan Global). Untuk bersaing global, sebuah UMKM itu perlu menjadi unik dan berbeda. Sebab kalau sudah beda itu tidak ada pembandingnya. Kalau sekedar produk lebih baik masih banyak pembanding yang lebih baik.

    Supaya bisa menjadi unik, berbeda, tanpa meninggalkan esensi/nilai/value dari produk yang dijual, kenali customer Anda dan lebih penting lagi kenali produk Anda sendiri.

    Menurut Mas WahyuLiz, Creative Branding itu ada 3 : SAIR (inspirasi nama-nama yang bagus), SARI (nilai yang terkandung di dalamnya), dan SIAR (komunikasi).

    Inspirasi bisa datang dari hal hal yang sederhana yang sering kita lihat, sering ada disekitar kita.

    image

    image

    image

    Lalu bagaimana untuk menangkap peluang bisnis ?, bisa dari 3 hal: 1.hobi 2.masalah 3.kondisi

    Pembicara Terakhir, Pak Yuswohady mengusung topik “Beat The Giant”. Bagaimana yang kecil bisa mengalahkan yang besar.

    Di Indonesia ada sekitar 55 juta ukm, sementara perusahaan besar hanya sekitar 5rb. UKM menyerap 80% lebih tenaga kerja, sementara perusahaan besar hanya menyerap kurang dari 20% tenaga kerja. Jadi UKM ini memiliki peran yang luar biasa di negara kita ini. Produk-produk UKM di Indonesia banyak yang bagus-bagus, tetapi mengapa belum mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar ?, karena masih banyak yang belum mengerti tentang branding dan marketing.

    Branding bisa dari 2 hal :

    1. fungsi

    contoh branding dari sisi fungsi, menekankan kualitas produk. MIsalnya seperti: ayam goreng bu suharti

    2. emosi

    contoh branding dari sisi emosi, bukan jualan produk melainkan menjual experience. MIsalnya starbucks dengan konsep “to see and to be seen

    Untuk bisa bersaing di tingkat global, UMKM harus

    1. membangun brand (brand builder)

    2. kreatif

    3. melek teknologi

    Pengembangan brand sebenarnya tidak identik dengan mahal, bisa disiasati dengan kreativitas dan memanfaatkan teknologi yang ada seperti social media.

    Contoh kreatif bisa kita lihat promosinya D’Cost yang mengusung konsep “kualitas bintang 5, harga kaki lima

    Diskon berdasar umur

    diskon-berdasar-umur

    Hamil baru bayar

    Diskon gerombolan

    Dokumentasi Acara:

    seminar
    Mbak Ayu Aryani
    WahyuLiz
    Mas WahyuLiz
    Pak Yuswohady
    Pak Yuswohady
    Produk dari Lilin
    salah satu produk ukm, terbuat dari lilin
    Mas Jaka with Souvenir
    Penyerahan souvenir oleh Mas Jaka, membuat karikatur keren hanya dengan Microsoft Word
    Foto Bareng
    foto bersama

    semoga bermanfaat Smile

    referensi : Terasolo, Ayu Aryani, WahyuLiz, Yuswohady, D’cost

     
  • arifrohmadi 2:46 am on October 18, 2013 Permalink | Balas
    Tags: gdg devfest   

    GDG DevFest Indonesia 2013 batch Yogyakarta 

    image

    GDG (Google Developer Group) DevFest merupakan event kolaborasi bagi para pengembang pengguna teknologi yang dikembangkan oleh Google seperti : Google Apps, App Engine, Google Maps, Google Chrome, Android, Youtube, Google+, dll

    Tahun 2013 ini GDG DevFest di Indonesia berlangsung di empat kota besar yaitu : Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang mulai 6-19 Oktober 2013. Kebetulan saya diberi kesempatan mengikuti GDG DevFest di Yogyakarta 17 Oktober 2013.

    Rundown acara GDG DevFest Yogyakarta:

    image

    Keynote Speech Chelle Gray memberikan gambaran sekilas tentang produk-produk google seperti Youtube, Google Maps, Google Drive, Google Glass, Chrome Book, Chrome Cast, Chrome DevTools, dll.

    Dilanjutkan dengan pembahasan seputar Innovation at Google oleh Mbak Pepita Gunawan.   Dijelaskan sejarah perkembangan google dari awal hingga sekarang, visi misi google, dan inovasinya yakni memiliki lebih dari 50 consumer product

    vision:

    “Focus on the user and all else will follow”

    mission:

    “to organize the world’s information and make it universally accessible and useful”

    The Google Story

    Yang membuat google bisa bertahan dan terus berkembang hingga sekarang:

    1. Having Mission and Goal
    2. Be Open : Share Everything You Can
    3. Think Big, Take Risks

    Pembicara ketiga dan keempat (Fachry Bafadal dan Oon Arfiandwi) mengulas seputar Android.

    Perlu diperhatikan, agar aplikasi mobile yang dibuat itu baik dan terus berkembang perlu memperhatikan user rating (rating dari user), user feedback (kritik maupun saran yang diberikan user), demographic (penyebaran aplikasi, seberapa banyak yang download), app patern (desain aplikasi, kemudahan penggunaan), dan error report (laporan error)..

    Aplikasi mobile ada berbagai macam jenisnya, mulai dari Content App, Tracking App, Social App, dan Service App.

    Dalam membuat aplikasi mobile, biasanya pengguna tidak terlalu suka bila harus disuruh mendaftar dan login ke aplikasi baru. Oleh karena itu bisa menggunakan layanan dari facebook, google+, dll (API facebook, API google, dll), sehingga untuk memanfaatkan aplikasi yang kita buat user tak perlu register manual, tapi cukup login menggunakan facebook atau google+ masing-masing.

    Selanjutnya ada Demo Aplikasi Health Circle, sebuah aplikasi berbasis mobile untuk mendeteksi penyebaran wabah penyakit di sekitar kita..Aplikasi ini menggunakan google map, dan menyediakan fitur social media jg..Sehingga antar pengguna bisa saling berinteraksi dan memberi kabar bila ada yang sakit.

    Pembicara keenam, mas Benny Fajarai mengulas tentang pentingnya user interface dan user experience suatu aplikasi. Agar dapat memberikan user interface dan user experience yang baik, perlu memperhatikan:

    1.information hierarchy
    2.information architecture
    3.gesture : eye movement, hand & finger movement, mouse & keyboard switch
    4.memory and processing : be consistent, visual aid will help, notify & remind
    5.have dialogs and recommendation : give best, or less option
    6.play with emotion
    7.be personal
    8.cal to action
    9.gamification
    10.invite & reinvite

    Pembicara 7 Lidya Novianti memperkenalkan tentang #FemaleDev , yaitu perkumpulan para developer IT wanita. Ide lahirnya perkumpulan ini karena Lidya Novianti merasa sepi tidak ada teman programmer cewek. Kebanyakan para programmer itu cowok. Akhirnya setelah sering ikut kegiatan-kegiatan komunitas IT, dan berkonsultasi dengan mas Yansen Kamto, Lidya berinisiasi membuat perkumpulan para developer IT wanita yang diberi nama #FemaleDev http://femaledev.com/

    Pembicara 8 Dennis Adishwara – mengulas tentang promosi via Youtube.

    Pembicara 9 Sanny Gaddafi, creator Fupei ini memberikan penjelasan tentang kisah perjalanannya membuat berbagai startup. Untuk membuat startup pertama kali itu minimal dibutuhkan orang-orang yang tepat untuk mengisi 3 posisi : CMO (Chief Marketing Officer) : mengurusi marketing, menjalin relasi, dan promosi; CTO (Chief Technical Officer) : mengurusi hal-hal teknis seperti programmer; COO (Chief Operation Officer) : mengurusi hal-hal operasional seperti membuat pembukuan kerja, dokumentasi, mengurusi administrasi, dll. Sedikit orang lebih baik daripada banyak orang tetapi tidak efektif. Kendala banyak startup di Indonesia tidak bertahan lama karena kurangnya kolaborasi. Biasanya programmer hanya berkolaborasi dengan programmer saja. Akhirnya startup yang dibuat tidak bisa membiayai dirinya sendiri, tetapi malah menjadi beban para pembuatnya karena terus membiayai startupnya. Untuk itu seorang programmer perlu menjalin kerjasama dengan orang-orang yang ahli dibidang lain.

    Pembicara terakhir, mas Yansen Kamto memperkenalkan Native Academy, yaitu sebuah badan/organisasi yang menjadi support dan memberikan bantuan dana untuk berkembangnya startup yang memenuhi kualifikasi Native Academy

     

    Foto Dokumentasi..

     
    registrasi devFest Jogja
     
    Chelle Gray
     
    Pepita Gunawan

    Oon Arfiandwi
     
    Benny Fajarai
     
    Lidya Novianti

    Credit to : Speaker Google Indonesia

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal